Sekolah di Pasaman Barat Akan Kembali Dibuka, Ini Kata Bupati

Bupati Pasaman Barat, Yulianto
Bupati Pasaman Barat, Yulianto (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Bupati Pasaman Barat , Yulianto menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar di daerah itu kembali akan dilaksanakan pada Senin 13 Juli 2020 mendatang.

"Sesuai arahan gubernur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar diserahkan pelaksanaannya sesuai kapasitas daerah masing-masing," sebut Yulianto, Selasa (7/6/2020).

baca juga: Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Pasbar, 58 Warga Sungai Aur Test Swab

Ia mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dimulai pada Senin 13 Juli 2020 dari tingkat SLTP dan SLTA se Pasaman Barat . Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar masih melihat kondisi.

"Untuk belajar mengajar tingkat SD, kita akan melihat dulu bagaimana kondisi dari belajar mengajar SLTP dan SLTA ini nanti. Kita akan evaluasi setelah 2 minggu. Jika aman baru kita lanjutkan belajar mengajar tingkat SD dan seterusnya," katanya.

baca juga: Perpustakaan Nagari Sasak Masuk Nominasi Lomba Tingkat Nasional

Yulianto menerangkan, hal tersebut diberlakukan karena masih ada nya kekhawatiran terhadap COVID-19, meski daerah Pasaman Barat sudah dinyatakan Zona Hijau oleh Pemerintah Provinsi maupun Pusat.

"Meski kita sudah dinyatakan daerah Zona Hijau oleh pemprov maupun pusat, namun dalam situasi pandemi COVID-19 ini kita harus tetap waspada, jangan sampai kecolongan," terangnya.

baca juga: Audy Joinady Hadiri Tradisi Buka Ikan Larangan di Lubuk Godang Pasaman Barat

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan belajar mengajar di era new normal tetap menerapkan standar COVID-19 seperti tidak memberlakukan jam istirahat.

"Nanti anak-anak tersebut belajar tanpa adanya jam istirahat, mereka masuk, belajar dan langsung pulang. Jadi tidak ada istirahat dan bermain di luar kelas," jelasnya.

baca juga: Pasien Positif Corona Bertambah Dua Kasus di Pasaman Barat

Selain tidak memberlakukan jam istirahat, Yulianto juga mengatakan, nantinya jam belajar akan disesuaikan dan untuk sekolah dilakukan dengan metode 3 hari masuk dan 3 hari libur.

Sedangkan dalam penerapan belajar mengajar itu, pemerintah daerah akan terlibat langsung dalam pengawasannya. Sementara untuk terkait hal lain seperti dalam pemakaian bus sekolah masih dilakukan koordinasi.

"Saya koordinasi dahulu dengan instansi terkait tentang penggunaan bus sekolah ini," ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar para orangtua memperhatikan anak-anaknya untuk sarapan sebelum berangkat sekolah dan dianjurkan membawa snack atau makanan ringan dari rumah.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi