Pekan Depan Sekolah Tatap Muka Dimulai, Pemkab Pessel Siapkan SOP

Siswa SD di Pessel sebelum pandemi COVID-19
Siswa SD di Pessel sebelum pandemi COVID-19 (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat persiapkan prosedur operasional standar (SOP) atau teknis untuk memulai pembelajaran tatap muka di tengah pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel , Suhendri mengungkapkan, pada prinsipnya Pessel sudah siap untuk memulai tatap muka pada 13 Juli 2020, pekan depan.

baca juga: Seorang Guru Kontak Erat dengan Pasien Positif COVID-19, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Ditutup

Namun, karena menimbang masa COVID-19, tentu butuh sejumlah aturan terkait protokol kesehatan, dan membagi jadwal pembelajaran dengan sistem shif.

"Hari Jumat edaran keluar. Dan saat ini, kita masih mempersiapkan semua dokumen penunjangnya, termasuk telaah dari staf bupati," ungkapnya.

baca juga: 24 Orang di Pessel Kontak dengan Pasien Kluster Bank Nagari Padang, Salah Satunya Guru

Ia menjelaskan, dalam pembelajaran di masa pandemi, beberapa SOP yang mesti ditaati tidak hanya untuk siswa dan guru, tapi juga untuk wali murid.

Bagi wali murid, di antaranya untuk membuat surat keterangan izin anak bisa sekolah, dan termasuk pengawasannya saat siswa berangkat sekolah.

baca juga: Dinilai Merusak, Galian C di Kampung Lubuk Buayo Pessel Dilaporkan Masyarakat

Sedangkan untuk para guru adalah pengawasan disaat anak masih berada di sekolah dan saat pulang.

"Secara bertahap ini, sudah kita sampaikan kepada kepala sekolah melalui guru-guru ke wali murid," terangnya.

baca juga: Meski Tatap Muka Ditiadakan, Para Guru di Pessel Tetap Masuk Sekolah

Sebelumnya, Senin 6 Jul 2020 lalu, Gubenur Sumatera Barat, Irwan Prayitno mengungkapkan, sebanyak empat daerah kabupaten/kota di Sumatera Barat bakal memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah dengan pola tatap muka langsung pekan depan atau pada 13 Juli 2020.

Empat daerah tersebut, Kabupaten Pesisir Selatan , Kota Pariaman, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Pasaman Barat.

Empat daerah itu statusnya sudah zona hijau, tidak ada pertumbuhan kasus baru dan tingkat kesembuhan sudah mencapai 100 persen, dalam sebulan terakhir.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Rezka Delpiera