Puluhan Walimurid Adukan Persoalan PPDB ke DPRD Padang

Puluhan walimurid datangi DPRD Padang adukan soal PPDB
Puluhan walimurid datangi DPRD Padang adukan soal PPDB (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF - Puluhan walimurid dari berbagai sekolah dasar di Kota Padang mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang, mempertanyakan soal Penerimaan Peserta Didik Baru, Selasa, 7 Juli 2020.

Salah seorang walimurid, Dalimin (41) mengatakan nama anaknya tidak diterima di sekolah karena faktor umur. "Anak saya kurang usia dua bulan, sehingga ia tidak diterima di dua sekolah yang didaftarkan pada jalur zonasi, yakni di SMPN 8 Padang dan SMPN 37," katanya di DPRD Padang.

baca juga: Pemko Padang Sebut Ada Perubahan PAD 2020 dari Rencana Awal

Ia mengatakan anaknya hanya mendaftar pada tahap zonasi karena dua sekolah tersebut dekat dari rumah. " Terutama SMPN 8 Padang yang hanya berjarak kurang lebih setengah kilometer, jadi kalau akan kesekolah bisa berjalan kaki," kata lelaki yang berdomisili di Jalan Dr. Soetomo, Marapalam Padang ini.

Diakui Dalimin, pada pendaftaran di jalur prestasi, anaknya tidak ikut mendaftar. "Makanya saya mendaftar pada jalur zonasi ini agar, ternyata anak saya juga tidak lulus karena kurang usia dua bulan, sedangkan nilai rata-ratanya 83," jelasnya.

baca juga: Wawako Padang Akui PAD Sektor Wisata Berkurang 25 Persen Sejak Awal Pandemi COVID-19

Sementara itu, walimurid lainnya Zalsafriadi mengatakan bahwa anaknya juga tidak diterima di dua SMPN yang didaftar oleh anaknya, yakni SMPN 17 dan SMPN 20. "Faktornya juga karena kurang usia anak dalam mendaftar," tuturnya.

Ketua DPRD Kota Padang, Syafrial Kani mengatakan pengawasan akan dilakukan sampai persoalan ini selesai dengan bijak. "Alhamdulillah sudah ada solusinya antara DPRD Kota Padang dengan pihak eksekutif. Nantinya ini akan kita lihat dulu dan kita awasi penyelesaian persoalan ini dengan dinas pendidikan," tuturnya.

baca juga: Gerindra Sebut Tiga Fraksi di DPRD Padang Setuju Lakukan Interpelasi ke Walikota

Ia menambahkan pihaknya akan mengupayakan anak-anak tetap sekolah. "Kita akan upayakan secara maksimal, bisa juga dengan dibangun SMP Negeri sehingga nantinya semua siswa bisa bersekolah. Selain itu, bagi siswa yang kurang masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial, itu merupakan salah satu indikator dan masalah teknis yang juga harus diselesaikan oleh dinas pendidikan," tuturnya.

Aksi berlangsung dari pukul 10 .00 Wib hingga pukul 17.00 Wib.(*)

baca juga: Fraksi Gerindra DPRD Padang Akan Gelar Rapat Terkait Usulan Interpelasi

Editor: Fitria Marlina