Polres Solsel Bekuk Bandar Ganja di Daerah Pauh Duo

Kapolres Solsel AKBP Tedy Purnanto dan Kasatreskoba AKP Al Indra, (menunjukkan) barang bukti ganja terbungkus Plastik.
Kapolres Solsel AKBP Tedy Purnanto dan Kasatreskoba AKP Al Indra, (menunjukkan) barang bukti ganja terbungkus Plastik. (Kaka)

SOLSEL KLIKPOSITIF - Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasatreskoba) Polres Solsel AKP Al Indra mengatakan pada awal Juli ini Satreskoba menangkap dua orang tersangka pelaku penyalahgunaan obat terlarang tersebut.

Al Indra mengatakan penangkapan tersangka NJ (30) diduga bandar ganja tersebut berawal dari informasi masyarakat sekira tiga bulan yang lalu, bahwa untuk daerah Pekonina kecamatan Pauh Duo sering terjadi transaksi ganja.

baca juga: Koalisi Poros Baru Diisukan Akan Tarik PPP, Ini Tanggapan Mahyeldi

"Setelah melakukan penyelidikan selama tiga bulan, pada Kamis 2 Juli 2020 sekira pukul 18.00 wib tersangka NJ 30 tahun berhasil diamankan," katanya.

Saat dilakukan penggeledahan katanya, di tubuh NJ ditemukan paket ganja siap edar serta uang tunai diduga hasil penjualan barang haram tersebut. "Saat penggeledahan dilanjutkan ke rumah NJ ini, kembali disita 12 paket ganja dibungkus plastik bening dan satu paket ganja dibungkus plastik kuning yang disimpan di lemari, serta satu handphone yang digunakan sebagai alat komunikasi bertransaksi, NJ telah menjual ganja tersebut kepada dua orang yang saatini masih DPO," katanya.

baca juga: Belasan Paket Besar Ganja Kering Dimusnahkan di Pasaman

NJ dalam hal ini katanya, adalah menjual, membeli, memiliki narkotika golongan I jenis ganja. Al Indra melanjutkan, setelah dimintai keterangan, NJ ini mengaku membeli ganja seberat 1/4 kg tersebut dengan harga Rp 900.000 dari seseorang berinisial RA (27) di daerah Pekan Selasa.

Dari pengembangan kasus tersebut Satreskoba juga berhasil menangkap RA 27, saat penangkapan RA ini disita alat untuk memakai sabu dan sisa sabu bekas dipakai RA. "Sekaitan kasus NJ, RA ini mengaku kurir seseorang yang saatini masih DPO, dimana setiap kali pengantaran RA mendapatkan upah Rp. 50.000, sedangkan sabu yang dipakai tersebut diperoleh dari seseorang yang saat ini juga masih DPO," kata Al Indra.

baca juga: Bandar Togel Online Dibekuk Tim Opsnal Polres Solok di Selayo

Atas perbuatannya NJ (30) dan RA (27) diduga melanggar Undang-undang nomor 35 tahun 209 tentang Narkoba dan terancam pidana paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit satu miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah.

"Hentikan segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran Narkoba , secanggih apapun caranya akan terungkap, kepada generasi muda jangan sekali-kali mendekati Narkoba ," tegas Al Indra.

baca juga: Diduga Hendak Pesta Sabu, Polisi Ringkus Tiga Orang di Padang Pariaman

Dari Januari hingga Juni 2020 polisi telah mengungkap delapan kasus narkoba jenis ganja dengan total berat 1 kg dan sabu dengan 14 tersangka. Kasus tersebut telah P21 dan saat ini sudah diserahkan kepada Kejaksaan.

Penulis: Kamisrial | Editor: Ramadhani