KPU Sumbar: Syarat Dukungan Paslon Gubernur Jalur Independen yang Mendaftar Masih Kurang 10.000 KTP

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Barat memberikan masa perbaikan hingga 27 Juli mendatang untuk memenuhi syarat dukungan calon perseorangan pada Pilkada 2020.

Pasangan yang maju dari jalur independen pada Pemilihan Gubernur Sumatera Barat harus memenuhi syarat pengumpulan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai bentuk dukungan sebanyak 316.051, dimana saat ini menurut KPU ada satu pasangan calon perseorangan yang mendaftar, yakniFakhrizal-Genius Umar.

baca juga: KONI Kota Payakumbuh Buka Pendaftaran Calon Ketua Umum

"Kalau dukungannya tidak mencukupi angka tersebut, maka akan diberikan masa perbaikan terhitung 25 hingga 27 Juli mendatang," kata Komisioner KPU Sumbar, Izwaryani, Rabu 8 Juli 2020.

Saat verifikasi administrasi yang telah dilakukan oleh KPU Sumbar, syarat calon yang maju dengan jalur independen tersebut diketahui kurang sebanyak 10 ribuan.

baca juga: PN Pasbar Gelar Sidang Perdana Gugatan SK Pemberhentian Ketua DPRD

"Dari verifikasi administrasi, pernyaratan yang dipenuhi hanya sebanyak 306.661 dan memang kurang sekitar 10 ribuan. Itulah nanti yang harus dipenuhi sebelum tanggal 27 Juli mendatang," lanjutnya.

Menurutnya, pihaknya akan melakukan verifikasi faktual tingkat kecamatan yang terhitung mulai tanggal 13 Juli 2020 mendatang untuk memastikan dukungan terhadap bakal calon independen tersebut.

baca juga: Menteri Desa Tetapkan Puncak Pelaksanaan Hari Bhakti Transmigrasi ke 71 di Pessel

"Kami akan melakukan rekap tingkat Kecamatan dimulai tanggal 13 sampai 19 Juli dan dilanjutkan rekap Provinsi pada 22 sampai 23 Juli. Setelah itu, nanti akan diketahui kekurangan persyaratan dukungan terhadap bakal calon independen ini," lanjutnya.

Ia mengatakan, kekurangan tersebut bisa dipenuhi oleh bakal calon hingga tanggal 27 Juli 2020 mendatang. Jika tidak dipenuhi, maka akan dianggap gugur.

baca juga: Genius Umar: Tingkatkan Kesadaran sebagai ASN

Menurutnya, kekurangan tersebut terjadi karena ketika tim verifikasi KPU menanyakan secara acak kepada pemilik KTP akan memberikan dukungan atau tidak, mereka menjawab tidak.

"Saat ditanya, ada yang menyatakan tidak membenarkan mendukung dan ada yang tidak ditemukan di rumahnya. Untuk yang tidak ditemui di rumahnya, tim bakal calon bisa mengumpulkan pendukung di PPS masing-masing Kelurahan," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Eko Fajri