Begini Teknis Pelaksanaan Pendidikan Bagi Peserta Didik di Pariaman

Kadis Dikpora Kota Pariaman, Kanderi
Kadis Dikpora Kota Pariaman, Kanderi (rehasa)

PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Senin depan proses belajar mengajar tatap muka di Pariaman segera dimulai. Perihal itu, pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman sebagai penanggung jawab satuan pendidikan mempersiapkan segala hal untuk memutus penyebaran COVID-19.

Kanderi, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman mengatakan pihaknya telah meninjau sekolah-sekolah di kota itu.

baca juga: Begini Gambaran UMKM di Pariaman Semenjak 2018 Hingga Pandemi

"Telah kami tinjau kesiapan sekolah untuk proses belajar tatap muka pada 13 Juli. Nah jadi saat itu sekolah ada teknisnya seperti jalur dibagi antara putar dan putri. Ada juga jarak pembatas atau rambu jarak. Pemeriksa suhu dan handsanitizer," ungkap Kanderi, di kantornya, Rabu 8 Juli 2020.

Lebih lanjut Kadis Dikpora itu menuturkan seluruh aktivitas sekolah menjadi tanggung jawab satuan tugas pendidikan . Hal itu harus berjalan sesuai protokol kesehatan.

baca juga: Kasus Kembali Bermunculan, Zona Hijau COVID-19 di Sumbar Tinggal Empat Daerah

"Maka dari itu menjelang dimulai proses belajar itu kami telah persiapkan segalanya dan pihak sekolah juga diminta untuk melengkapi segala sarana prasarana," sebut Kanderi.

Kendatipun demikian, Kanderi menjelaskan bahwa secara teknis kebijakan diambil oleh pihak sekolah masing-masing.

baca juga: Dinkes Pariaman Ingatkan Bahaya Penyakit Kusta, Ajak Masyarakat Lakukan Hal Ini

"Sebab pihak sekolah lah yang lebih tahu untuk mengatur jadwal dari kelas yang akan mengikuti belajar tatap muka. Sebagian ada yang tatap muka dan sebagian murid ada yang daring atau belajar online," ungkapnya.

Dikatakannya juga, pihaknya telah melakukan tes swab kepada guru di Pariaman yang akan mengajar nantinya.

baca juga: Ada Dana POP, Kemendikbud Diminta Subsidi Pendidikan Jarak Jauh

"Jadi setiap guru dan murid telah dites, jika menunjukkan gejala atau indikasi terpapar maka tidak diperbolehkan ikut dalam pembelajaran. Sementara itu, untuk yang belajar online telah kami berikan pedoman belajar jarak jauh," kata Kanderi.

Pihaknya berharap peran dari orang tua untuk memantau proses belajar anak agar capaian pendidikan tercapai sesuai tujuan.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri