Cegah COVID-19, Tim Pengabdian Unri Lakukan Hal Ini

Mahasiswa Unri Bagikan Masker di Pasar Biaro
Mahasiswa Unri Bagikan Masker di Pasar Biaro (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

AGAM , KLIKPOSITIF - Tim Pengabdian Universitas Riau ( Unri ) selesai melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) di Kecamatan Ampek Angkek, Agam -Sumbar baru-baru ini.

Kukerta dilakukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat. Pengabdian dilakukan dengan cara memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

baca juga: Perputaran Uang untuk Hewan Kurban di Agam Rp103 Miliar

Tim Pengabdian Unri ini dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unri dan arahan dari Dr.Muhardi, S.T, MS.c selaku dosen pembimbing lapangan.

Salah satu upaya yang turut dilakukan adalah dengan membersihkan area-area umum seperti masjid dan sosialiasi new normal di pasar tradisional.

baca juga: Terungkap, Kenapa Anak Asal Agam yang Viral di Medsos Ini Menangis Berpisah dengan Sapi Kurban

"Masjid yang kita bersihkan adalah Masjid Takwa Tanjung Medan, di sini kita bersihkan semua area. Kita lakukan sebelum Salat Jumat, selepas jamaah pulang kita juga semprotkan handsanitizer ke tangan jamaah," sebut perwakilan mahasiswa Risa Irfaneni dan Anisa Arrasy Siddieqy, Rabu 7 Juli 2020.

Menurut perwakilan mahasiswa tersebut, ada 9 orang mahasiswa Unri yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka berharap kegiatan itu bisa memutus mata rantai penyebaran virus corona.

baca juga: Semangat Berkurban Masyarakat Agam Tinggi di Tengah Pandemi

Selain di masjid, mahasiswa Unri juga melakukan sosialisi new normal di Pasar Biaro. Mahasiswa, menekankan pentingnya protokol kesehatan terhadap pedagang maupun pengunjung pasar.

"Imbauan kita sampaikan lewat pengeras suara, kita imbau menggunakan masker, menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir," sebutnya.

baca juga: Bertambah 2, Total Penularan COVID-19 di Agam Jadi 26 Kasus

Dalam sosialiasi, mahasiswa juga membagikan hand sanitizer kepada para pengunjung maupun pedagang yang melakukan kontak dengan banyak orang.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi