Warga Payakumbuh Bisa Kembali Gelar Resepsi Pernikahan, Ini Syarat yang Mesti Dipenuhi

Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda.
Sekda Kota Payakumbuh, Rida Ananda. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh , Rida Ananda mengungkapkan bahwa warganya sudah dapat kembali menggelar resepsi pernikahan, namun karena pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir ada sejumlah persyaratan yang mesti dipenuhi.

Dari segi pengurusan izin, yang akan menggelar pesta harus melakukan pengurusan secara berjenjang dan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

baca juga: Warga Payakumbuh yang Positif COVID-19 Berdomisili di Tangerang

"Harus mengurus izin dari RT, lurah dan Dinas Kesehatan dimana nanti akan dijelaskan tata cara dan protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Setelah itu, finalnya meminta izin keramaian ke masing-masing polsek," ujar Rida Ananda, Rabu (8/7).

Rida Ananda menyebut, kebijak itu diambil seiring dengan diberlakukannya era normal baru pandemi COVID-19.

baca juga: Proyek Pendistrian Dimulai, Puluhan PKL Dipindahkan ke Bawah Kanopi Pasar Payakumbuh

Lebih lanjut, Rida menyebut, penyelenggara resepsi pernikahan yang tidak mengindahkan protokol kesahatan akan ditindak tegas oleh aparat keamanan, dalam hal ini polisi dan Satpol PP dengan membubarkan acara saat itu.

"Masyarakat harus menjaga dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Jangan sampai setelah diberikannya izin keramaian mengadakan resepsi pernikahan ini berdampak kepada penyebaran COVID-19," terangnya.

baca juga: Jumlah Pelanggan Dekati 32 Ribu, Wako Minta Pengelolaan PDAM Payakumbuh Lebih Profesional

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Payakumbuh Budhy D Permana mengatakan, rekomendasi pelaksanaan izin keramaian yang dikeluarkan pihaknya hanya izin keramaian yang bersifat acara kota dan acara unsur politik.

"Selain dari acara tersebut, pengurusan izinnya tetap berjenjang dari RT hingga terakhir ke pihak kepolisian," jelasnya. (*)

baca juga: Bawaslu Lima Puluh Kota Petakan Potensi Pelanggaran Pada Tahapan Pencalonan

Editor: Taufik Hidayat