Panitia Kurban di Payakumbuh Diminta tak Gunakan Kantong Plastik

Kepala DLH Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi.
Kepala DLH Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH, KLIKPOSITIF - Panitia kurban di Kota Payakumbuh sudah harus mulai memikirkan bahan ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik yang selama ini mereka gunakan saat membagikan daging kurban kepada warga.

Hal itu harus dilakukan karena Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Payakumbuh tengah menyiapkan imbauan tertulis kepada panitia kurban untuk tidak tidak lagi menggunakan plastik saat membagikan daging.

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

"Dalam waktu dekat imbauannya sudah dapat diselesaikan dan akan langsung disebarluaskan," kada Kepala DLH Kota Payakumbuh , Dafrul Pasi, Rabu (8/7).

Imbauan itu dibuat DLH sebagai salah satu upaya untuk mengurangi sampah plastik yang tidak ramah lingkungan.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

"Sebagai gantinya harus digunakan bahan yang lebih ramah lingkungan seperti dari daun pisang atau bambu," terangya.

Lebih lanjut, Dafrul Pasi menjelaskan, penggunaan kantong plastik sekali pakai dalam membagikan daging juga dapat merusak kesehatan, karena kantong plastik mengandung limbah yang berbahaya kepada kesehatan.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

"Apalagi yang kantong plastik berwarna hitam, itu kan sudah beberapa kali daur ulang yang kita tidak tau pernah digunakan untuk apa. Jadi tidak menggunakan kantong plastik tidak hanya untuk lingkungan, tapi juga kesehatan," sebutnya.

Ia mengakui bahwa imbauan pada 2019 lalu belum maksimal karena penyebarluasan imbauan terlalu dekat dengan hari pelaksanaan kurban .

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

"Kalau tidak salah hanya seminggu sebelum pelaksanaan kurban , makanya sudah ada panitia yang membeli plastik. Ini yang tidak boleh terjadi lagi tahun ini," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat