Sekolah di Sumbar Buka 13 Juli, Pembelajaran Tatap Muka Harus Izin Bermaterai Orangtua

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar Suryanto
Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar Suryanto (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) rencananya akan membuka kembali sekolah pada 13 Juli 2020.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar Suryanto menjelaskan, sesuai arahan Kementerian Pendidikan ada beberapa cara membuka sekolah saat pendemi COVID-19. Yakni secara daring dan tatap muka di sekolah .

baca juga: Warga Payakumbuh yang Positif COVID-19 Berdomisili di Tangerang

"Daring tentunya bagi daerah yang tidak masuk zona hijau, dan tatap muka pada daerah zona hijau dengan ketentuan," ujarnya, Kamis, 9 Juli 2020.

Suryanto menjelaskan, ketentuan sekolah tatap muka harus melalui persetujuan pernyataan tertulis dari orangtua dibumbui materai 6000. Kemudian dalam satu kelas paling banyak 18 siswa.

baca juga: Masih Tak Percaya? Biaya Penanganan COVID-19 di Sumbar Rp2 Miliar Lebih

"Paling penting harus ada izin orangtua untuk membolehkan siswa tatap muka di sekolah . Kemudian menerapkan protokol kesehatan COVID-19, pakai masker, cek suhu tubuh, jaga jarak. Guru tidak boleh keliling saat memberikan pelajaran," terangnya.

Dilanjutkannya, izin tertulis dari orangtua atau wali murid agar sekolah dan dinas tidak disalahkan jika terjadi kasus baru di sekolah .

baca juga: Ada 36 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 14 Agustus

"Bagi wali murid yang tidak setuju, anaknya boleh mengikuti pembelajaran daring. Sementara untuk daerah yang tidak punya akses internet bisa dengan memberikan tugas belajar perminggu. Satu Minggu tugas diberikan guru, seminggu berikutnya dikumpulkan. Ini berlaku di Mentawai dan sekolah yang belum ada akses internet,"ulasnya.

Disampaikan Suryanto, kesepakatan sekolah ini akan diputuskan Gurbernur bersama Bupati/Walikota. Termasuk penetapan zona hijau sesuai ketentuan pusat.

baca juga: Pagi Ini, Satu Lagi Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi

Tak bisa dipungkiri dan dia mengakui metode yang dilakukan berdampak kepada mutu pendidikan . Walaupun demikian pemerintah berupa agar tetap maksimal sehingga siswa mendapatkan pembelajaran.

"Tak bisa dipungkiri mutu pendidikan kita saat pendemi COVID-19 ini jauh menurun dibandingkan biasanya," katanya.

Untuk diketahui, Gurbernur Sumbar Irwan Prayitno akan membuka sekolah di empat daerah di Sumbar. Menurut Irwan, daerah yang diperbolehkan membuka sekolah itu telah memenuhi syarat yang ditentukan oleh pemerintah pusat dan digolongkan ke zona hijau.

Empat daerah itu berada di zona hijau dari pandemi Covid-19 yaitu Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Sawahlunto dan Kabupaten Pasaman Barat. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir