Kunker ke 50 Kota, BKKBN Sumbar Kenalkan Rebranding Bangga Kencana dan GDPK

Audiensi BKKBN Sumbar dan Bupati 50 Kota membahas tentang program Bangga Kencana dan GDPK, bertempat di rumah Dinas Bupati pada Rabu, 8 Juli 2020
Audiensi BKKBN Sumbar dan Bupati 50 Kota membahas tentang program Bangga Kencana dan GDPK, bertempat di rumah Dinas Bupati pada Rabu, 8 Juli 2020 (KLIKPOSITIF/Khadijah)

LIMAPULUHKOTA, KLIKPOSITIF - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ) Perwakilan Sumbar Etna Estelita melakukan kunjungan kerja (kunker) dan audiensi bersama Bupati 50 Kota Irfendi Arbi guna membahas mengenai pengenalan program Bangga Kencana dan pembentukan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK), bertempat di rumah Dinas Bupati, Rabu, 8 Juli 2020.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Sekdakab 50 Kota Widya Saputra, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) DP3APPKB Kabupaten 50 Kota Fidria Fala beserta staf.

baca juga: Bhenz Maharajo: Polemik PLTA Koto Panjang Rugikan Sumbar

Pada pertemuan tersebut, Etna menyampaikan mengenai target Total Fertility Rate (TFR) Nasional yang berada di angka 2,1 persen. Sementara menurut hasil Susenas, TFR di Sumbar baru mencapai 2,75 persen. Namun ia memuji angka TFR Kabupaten 50 Kota yang tidak setinggi angka provinsi yakni 2,48 persen.

Kaper BKKBN Sumbar Etna Estelita dalam kegiatan audiensi bersama Bupati Kabupaten 50 Kota
Kaper BKKBN Sumbar Etna Estelita dalam kegiatan audiensi bersama Bupati Kabupaten 50 Kota

"Ini sebuah pencapaian yang bagus. Kita berharap agar Kabupaten 50 Kota dapat mempertahankannya," kata Etna.

baca juga: Ferizal-Nurkhalis Serahkan 19.020 KTP untuk Perbaikan Dukungan ke KPU, Maskar-Masril Menyerah

Ia juga menyampaikan mengenai Kabupaten 50 Kota yang termasuk dalam lokasi kegiatan sosialisasi stunting. Jajaran BKKBN sebelumnya telah melakukan sosialisasi bersama Kepala DPPKBKPS dan Dinas Kesehatan pada Selasa (8/7) kemarin. Dalam sosialisasi itu disampaikan juga mengenai BKKBN yang memiliki program bina Keluarga balita, bina keluarga remaja dan bina keluarga lansia untuk pembentukan keluarga berkualitas.

Kaper BKKBN Etna Estelita tengah berdiskusi dengan Sekdakab 50 Kota Widya Putra, usai kegiatan audiensi bersama Bupati
Kaper BKKBN Etna Estelita tengah berdiskusi dengan Sekdakab 50 Kota Widya Putra, usai kegiatan audiensi bersama Bupati

Selain itu, Etna juga mengungkapkan bahwa program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) telah direbranding menjadi program Bangga Kencana. Perubahan tersebut guna menyasar kaum milenial saat ini sehingga nantinya bisa menciptakan generasi emas pada 15 tahun ke depan dan hal tersebut masuk ke dalam pembahasan mengenai GDPK.

baca juga: Peringati Konvergensi Pencegahan Stunting, Ini yang Dilakukan Pemkab Lima Puluh Kota

Ia menjelaskan, GDPK merupakan amanat Mendagri kepada setiap Kabupaten dan Kota seluruh Indonesia diinstruksikan untuk membentuk yang berlaku sampai 2035 dengan mencangkup aspek Kualitas, Kuantitas, Mobilitas, Pembangunan Keluarga dan Administrasi kependudukan.

Kunjungan Kaper BKKBN Sumbar ke kampung KB Nagari Piobang yang disampung oleh Wali Nagari Piobang
Kunjungan Kaper BKKBN Sumbar ke kampung KB Nagari Piobang yang disampung oleh Wali Nagari Piobang

"Jadi saat ini tidak hanya fokus pada kuantitas saja yang saat ini menjadi perhatian mengenai GDPK ini. Artinya setiap stakeholder yang terkait dengan lima aspek ini ikut dalam pembuatan dan penyusunannya," ujar Etna.

baca juga: 200 Unit Rumah Bantuan Bakal Dibangun di Empat Nagari di Lima Puluh Kota

Manfaat GDPK ini guna mengantisipasi dinamika kependudukan di masa mendatang. Selain itu, data tersebut nantinya akan digunakan sampai tahun 2035 yang berisi mengenai lima aspek yang terkandung dalam GDPK. Oleh karena itu, Etna berharap agar hal GDPK dapat dimasukan ke dalam RPJMD.

Kaper BKKBN tengah memberikan arahan dan motivasi pada peserta di kampung KB Nagari Piobang, Kabupaten 50 Kota
Kaper BKKBN tengah memberikan arahan dan motivasi pada peserta di kampung KB Nagari Piobang, Kabupaten 50 Kota

Menurutnya hal itu sangat penting sekali. Karena nantinya GDPK ini akan menjadi rujukan bagi tiap daerah terutama di Sumbar dalam melaksanakan perencanaan pembangunan keluarga kedepannya.

"Kami memohon kepada Bupati untuk memasukkan GDPK ini ke dalam anggaran RPJMD guna merumuskan dan menghasilkan generasi emas kedepannya di Kabupaten 50 Kota ," ujar Etna di hadapan peserta audiensi.

Foto bersama Kaper BKKBN bersama anggota kampung KB Nagari Piobang, Kabupaten 50 Kota
Foto bersama Kaper BKKBN bersama anggota kampung KB Nagari Piobang, Kabupaten 50 Kota

Jika sebelumnya GDPK telah masuk ke dalam anggaran dan sedang dalam pembahasan, namum mengalami recofusing anggaran. Oleh karena itu, ia berharap agar tahun depan apapun yang terjadi GDPK ini masuk ke dalam anggaran dan tidak mengalami recofusing lagi. Karena GDPK ini menyangkut mengenai pembentukan keluarga hang berkualitas untuk mencapai generasi emas.

Pada kesempatan itu, Bupati Kabupaten 50 Kota Irfendi Arbi memberikan tanggapan mengenai hal yang disampaikan Kaper BKKBN Sumbar. Ia mengungkapkan apa yang disampaikan dan dimintan oleh BKKBN Sumbar dapat menjadi catatan bagi Pemkab dan dibahas pada rapat bersama OPD terutama dengan Bappeda.

"Ini menjadi akan menjadi catatan dan pembahasan kami pada rapat di Kabupaten. Sebenarnya GDPK ini telah dilakukan, tapi karena kondisi tidak mendukung sehingga mengalami recofusing. Namun kedepannya ini akan menjadi perhatian bagi kami karena ini menyangkut generasi emas," ujar Bupati.

Di samping itu, ia juga mengenalkan 3 orang Duta Genre yang turut hadir hadir mengikuti pertemuan itu. Ia berharap agar Duta Genre asal Kabupaten 50 Kota tersebut mendapatkan perhatian dari BKKBN Sumbar karena menurutnya Duta Genre ini dapat menjadi motivasi bagi generasi milenial lainnya.

Selain itu, ia juga merespon dengan rebranding baru KKBK menjadi Bangga Kencana. Menurutnya, Program Bangga Kencana yang telah direbranding dinilai sangat bagus, karena mudah diingat dan namanya menarik. Ia juga mengungkapkan bahwa Bupati dan Jajaran Kabupaten Lima Puluh Kota sangat komit dengan Program Bangga Kencana agar sumberdaya manusia kita di Kabupaten Lima Puluh Kota bisa lebih meningkat.

Irfendi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BKKBN Sumbar yang telah berkunjung ke Kabupaten 50 Kota . Ia berharap agar BKKBN Sumbar selalu mendukung program kependudukan dan pembentukan keluarga berkualitas di daerah yang dipimpinnya.

Di sisi lain, Kepala DP3APPKB Fidria Fala menyampaikan bahwa terkait GDPK ia telah mencoba membahas dan merumuskannya, namun saat pembahasan telah sampai di Bab 3 terjadi perubahan karena kondisi yang tidak terduga dan tak dapat dihindari.

"Kedepannya GDPK ini akan menjadi perhatian penuh dan disegerakan," kata Fidria.

Pada kesempatan itu ia juga menyampaikan pada Bupati dan rombongan BKKBN Sumbar sejak tahun 2018 terkait dengan program pembangunan keluarga, Pemkab 50 Kota telah menjadi "Center of Excellent" untuk Bina Keluarga Lansia yang di Uswatun Hasanah, Koto Kociak. Hal ini menjadikan daerah tersebut menjadi Pusat Pembelajaran Keluarga Tingkat Provinsi Sumbar.

"Ini juga merupakan prestasi yang cukup membanggakan juga bagi kami," ujarnya.

Sementara untuk hal lainnya seperti PIK-R luar sekolah telah dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hal ini bertujuan untuk mendukung program BKKBN terutama Bangga Kencana.

Ia juga menyampaikan, Saat momentum pelayanan KB serentak sejuta akseptor pada 29 Juni 2020 lalu, berdasarkan target yang diberikan sebanyak 1.148 akseptor KB, Pemkab 50 Kota berhadil mencapainya bahkan melebihi target hingga 1.900 akseptor.

"Hal ini tentu karena arahan dari Bapak Bupati dan Perwakilan BKKBN Sumatera Barat maupun semua mitra kerja," katanya.

Ia berharap agar BKKBN Sumbar dapat selalu membina dan mendukung program pembentukan keluarga di Kabupaten 50 Kota .

"Kita juga berharap program Bangga Kencana dapat terlaksana dengan baik di Kabupaten 50 Kota di bawah bimbingan Kaper BKKBN Sumbar dan program ini dapst disupport oleh seluruh masyarakat. Sehingga target dan tujuan dari Bangga Kencana ini dapat terlaksana dan terasa manfaatnya oleh seluruh masyarakat," tuturnya.

Mengujungi Kampung KB Nagari Piobang

Usai melakukan audiensi bersama Bupati 50 Kota , Kaper BKKBN Etna Estelita beserta rombongan mengunjungi Kampung KB yang terletak di Nagari Piobang.

Kunjungan ini didampingi oleh Kepala OPD KB Kabupaten Lima Puluh Kota , Fidria Fala bersama pembina Kampung KB setempat bersama jajaran. Kedatangan rombongan tersebut disambut oleh Wali Nagari Piobang, Syaffan Nur.

Kepala DP3APPKB Fidria Fala mengungkapkan dari 28 Kampung KB yang ada di Kabupaten 50 Kota , Nagari Piobang adalah yang terbaik. Ia mengungkapkan, penghargaan itu patut didapat Nagari tersebut karena menurutnya program PIK-R nya bagus dan lebih menonjol dibandingkan kampung KB lainnya,

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar mengapresiasi kerjasama maupun partisipasi warga bersama-sama membangun kampung KB di Nagari tersebut. Di kampung KB itu, generasi muda juga diajarkan keterampilan seperti seni, reparasi motor dan bela diri.

"Semoga semangat ini tidak pudar, dan terus menginspirasi masyarakat sekitar untuk lebih maju," harap Etna.

Sementara itu, Wali Nagari Piobang Syaffan Nur kepada KLIKPOSITIF mengungkapkan bahwa ia sangat terkejut atas kunjungan BKKBN Provinsi ke kampung KBnya. Namun ia juga menyampaikan terima kasih karena telah menyempatkan untuk mengunjungi dan melihat sendiri kampung KB di Nagari Piobang.

"Kedatangan Kaper dan rombongan BKKBN Provinsi juga menjadi motivasi bagi kami di Kampung KB Nagari Piobang. Selain itu kami juga mendapatkan gairah baru usai Kaper BKKBN Provinsi menyampaikan agar peserta dan kelompok Kampung KB ini dapat lebih giat lagi," kata Syaffan.

Ia juga mengungkapkan bahwa ia akan lebih berusaha semaksimal mungkin agar Kampung KB Nagari Piobang selalu menjadi yang terbaik. (*)

Editor: Khadijah