Lihat Kondisi Warga yang Dirantai, Ini Pesan Wabup Lima Puluh Kota

Wakil Bupati Ferizal Ridwan (kanan) bersama Em yang mengalami gangguan jiwa sejak 2 tahun terakhir
Wakil Bupati Ferizal Ridwan (kanan) bersama Em yang mengalami gangguan jiwa sejak 2 tahun terakhir (KLIKPOSITIF/ Ade Suhendra)

LIMA PULUH KOTA , KLIKPOSITIF - Pasca menyambangi rumah salah seorang warga di Jorong Tabing, Nagari Sungai Kamuyang, Kecamatan Luhak, Wakil Bupati Ferizal Ridwan kembali kunjungi warga yang dipasung dengan dirantai di Jorong Taratak, Nagari Kubang, Kecamatan Guguak, Senin 6 Juli 2020 lalu.

Wakil Bupati Ferizal Ridwan saat dihubungi KLIKPOSITIF Rabu 9 Juli 2020 mengatakan kedatangannya ke Jorong Taratak di daerah Kubang tersebut merupakan kunjungan ketiga setelah dirinya pulang studi banding dari Lampung dan Bengkulu. Ia sendiri sebelumnya baru saja kembali dari Bengkulu dan Lampung yaitu ke Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) Dharma Guna di Bengkulu dan Panti Rehabilitas Jiwa Aulia Rahma dan Yayasan Sinar Jati di Bandar Lampung.

baca juga: Ratusan Sapi dan Kerbau di Lima Puluh Kota Sudah Diasuransikan

"Memberikan perhatian kepada warga miskin, jompo, terlantar dan tak terurus serta kepada orang-orang penderita gangguan jiwa adalah sebuah pekerjaan mulia. Artinya, bagi saya, urusan kemanusiaan di atas derajat kemuliaan jabatan," kata Ferizal Ridwan yang dikenal dengan sebutan Buya Feri ini.

Kali ini, ia mengunjungi warga yang menderita sakit jiwa dan hidup dengan dirantai. Dialah Em (36 tahun) yang tinggal di perkampungan dan kabarnya perkampungan tersebut tidak ada penghuni lagi karena Jorong Taratak adalah daerah rawan longsor.

baca juga: Kreatif, Warga Lima Puluh Kota Olah Sampah Plastik Jadi Paving Block

"Saat kami datang, terlihat sebuah gubuk reot dan untuk mencapainya harus berjalan sekitar 1,5 kilometer . Kami datang bersama anggota DPRD Limapuluh Kota Emi Setiawan, Camat Guguak, Pimpinan Puskesmas Guguak, Pejabat Wali Nagari Kubang, Kepala Jorong Taratak Kubang dan tokoh masyarakat Harmi ZA," kata Buya Feri.

Menurut informasi yang diterimanya, Em menderita gangguan jiwa sejak tahun 2018 atau sekitar 2 tahun lalu. Penyakitnya tersebut diketahui setelah dia membakar rumahnya dan merusak tanaman di sawah, ladang, dan tindakan yang membuat warga sekitar resah.

baca juga: Banyak Lahirkan Ulama, Menag: Pesantren Harus Dibantu

"Sejak kejadian tersebut, Em kabarnya terpaksa kehilangan tempat tinggalnya dan kin hanya menetap disebuah gubuk reot bersama keluarganya. Jorong Taratak sendiri merupakan perkampungan yang pada tahun 1993 lalu, warganya dipindahkan ke Dharmasraya yaitu di Rimbo Bujang karena kondisi tanah di daerah tersebut cukup labil dan sering amblas," ujar Wakil Bupati Lima Puluh Kota .

Ia berharap kepada semua pihak untuk dapat memperhatikan kondisi sekitar dan orang-orang yang membutuhkan seperti jompo, miskin, dan terlantar serta orang-orang yang mengalami kondisi gangguan jiwa. Sebab hal ini sangat dibutuhkan perhatian lebih baik itu keluarga, warga sekitar, perangkat nagari, hingga pemerintah kabupaten atau provinsi dan nasional.

baca juga: Segera Terwujud, DPRD Payakumbuh Setujui Pembangunan Masjid Agung Payakumbuh

Sementara itu, Wakil Bupati Ferizal Ridwan menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 35 orang warga di Lima Puluh Kota mengalami gangguan kejiwaan. Dimana 22 orang di antaranya berada dalam kondisi terlantar dan tidak terurus dengan baik.

"Hal ini kemungkinan disebabkan oleh faktor ekonomi dan orang yang mengurusnya juga sudah tua atau berusia lanjut. Tentu dengan kondisi kesehatan dan fisik akan kesulitan memelihara serta melayani yang bersangkutan," katanya.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Eko Fajri