Jaga Keindahan Kawasan Batang Agam, Satpol PP Payakumbuh Tertibkan 35 Lapak PKL

Personel Satpol PP Payakumbuh menertibkan lapak PKL di Kawasan Batang Agam.
Personel Satpol PP Payakumbuh menertibkan lapak PKL di Kawasan Batang Agam. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Kota Payakumbuh melakukan penertiban terhadap 35 lapak Pedagang Kaki Lima ( PKL ) di Kawasan Batang Agam , Kamis (9/7).

Penertiban itu dilakukan karena lapak milik PKL tersebut memakan badan jalan sehingga membuat Kawasan Batang Agam menjadi macet ketika banyak pengunjung, seperti di akhir pekan.

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

Lapak PKL yang dinilai memakan badan jalan itu kemudian dipindahkan ke arah Jembatan Merah karena di lokasi tersebut masih ada ruang yang cukup untuk dimanfaatkan pedagang.

"Kita baru menata menurut aturan yang berlaku, secara umum bahwa PKL dilarang berjualan di badan jalan atau mengenai badan jalan sehingga terjadi penyempitan jalan dan kesemerautan," kata Devitra di sela-sela penertiban.

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

Meski saat ini aset dan pengelolaan Kawasan Batang Agam masih milik Balai Wilayah Sungai Sumatra (BWSS) V namun sudah ada MoU dengan Pemko Payakumbuh untuk pengelolaannya. Sampai kini, pembangunan penataan Kawasan Batang Agam masih berlangsung.

"Ke depan akan ada aturan yang dibuat Pemko melalui OPD terkait terhadap PKL , lokasi parkir dan tempat lainnya. Personel Satpol PP sengaja kita tempatkan untuk patroli dan melakukan penertiban setiap hari baik untuk PKL , penertiban sampah, keamanan, dan penyakit masyarakat lainnya di siang hari maupun malam," terang Devitra.

baca juga: Ada yang Protes Terkait Diperpanjangnya Masa Belajar Siswa di Rumah, Ini Jawaban Wako Payakumbuh

Salah seorang pengunjung Kawasan Batang Agam , Seprianto menilai tindakan tegas yang dilakukan Satpol PP itu sudah tepat karena apabila PKL tidak ditata akan membuat Kawasan Batang Agam yang kini menjadi primadona wisatawan menjadi tidak rapi.

"Batang Agam secara fisik dibangun sangat bagus dan rancak. Kalau bisa jangan sampai pedagang semerawut. Tempat berdagang harus tertata rapi dengan baik mulai dari penampilan berdagangnya, sehingga apa yang dihidangankannya pun bersih," kata Seprianto. (*)

baca juga: KPN Husada Syariah RSUD Adnaan WD Wakili Payakumbuh untuk Lomba Koperasi Tingkat Sumbar

Editor: Taufik Hidayat