Pemko Payakumbuh Gunakan Teknologi untuk Mengolah Limbah IPLT Jadi Pupuk Organik

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat mengunjungi IPLT di Keluruhan Sungai Durian, Kecamatan Latina.
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi saat mengunjungi IPLT di Keluruhan Sungai Durian, Kecamatan Latina. (Ist)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Dengan menggunakan teknologi terbaru dalam mengolah limbah tinja menjadi pupuk organik, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman merehap Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang terletak di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagari (Latina).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Marta Minanda menyebut, kebutuhan unit pengolahan tinja di Kota Payakumbuh mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

baca juga: Segera Terwujud, DPRD Payakumbuh Setujui Pembangunan Masjid Agung Payakumbuh

"Dengan teknologi terbaru, nantinya limbah tinja juga bisa dijadikan sebagai pupuk organik dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Ke depanya kita akan melakukan beberapa studi untuk pengolahan limbah tinja supaya bernilai guna," kata Marta, Jumat (10/7).

Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan, dengan adanya IPLT berteknologi tinggi yang bisa mengolah dan menghasilkan pupuk organik tentu hal itu akan bisa dimanfaatkan warga.

baca juga: Jumlah Karyawan Telah Melebihi Kebutuhan, PDAM Payakumbuh Lakukan Pemetaan Potensi

"Kita lihat saat ini masyarakat Kota Payakumbuh sudah tidak ada lagi yang BAB sembarangan karena sudah dibuatkan septic tank dan toilet, otomatis permintaan untuk sedot tinja meningkat, maka dari itu kita bangun IPLT yang representatif," katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Sumbar Syafrianti mengatakan Dirjen Cipta Karya mengalokasikan dana Rp4,5 miliar untuk dua paket pembangunan.

baca juga: Payakumbuh Dipilih BKP RI Perwakilan Sumbar Sebagai Objek Penilaian SPBE

"Dirjen Cipta Karya mengalokasikan anggaran tahun ini untuk program IPLT Rp3.5 M dan kawasan Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) Rp1 M," pungkasnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat