Merasa Tak Dilibatkan, Ini Komentar Jubir Pedagang Pasa Ateh Bukittinggi

Suasana Pertemuan di DPRD
Suasana Pertemuan di DPRD (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF -Juru Bicara Perhimpunan Pemilik Toko Korban Kebakaran Pasa Ateh Bukittinggi Yulius Rustam, menyesalkan tindakan Wali Kota Bukittinggi yang tak melibatkan pihaknya dalam berbagai keputusan terkait Pasa Ateh . Menurutnya, pemko seharusnya duduk bersama pedagang dan tidak mengambil keputusan sepihak.

"Artinya apa yang kami harapkan yakni kebersamaan tidak pernah dihiraukan sampai hari ini. Dari pertama awal rencana pembangunan sudah kami sampaikan 4 poin," kata Yulius Rustam saat pertemuan dengan DPRD Bukittinggi , Jum'at 10 Juli 2020.

baca juga: Wali Kota: Bukittinggi Zona Merah COVID-19

Empat poin yang dimaksud Yulius Rustam menyangkut bangunan, tata letak, ukuran toko dan cara mendapatkan maupun status yang menurutnya hingga hari ini tidak ada jawaban dari pemko.

"Mengumumkan satu keputusan yang diambil sepihak, menyuruh pedagang mendaftar dan seterusnya hingga belakangan ada loting. Pertanyaan kami apa dasar pemko mengambil kebijakan itu?," tanya Yulius Rustam.

baca juga: Hotel Indria Bukittinggi Terbakar

Ia menambahkan, pihaknya ingin duduk bersama dengan segenap yang terkait tapi tak dihiraukan. Bahkan DPRD, katanya, tak dilibatkan dalam hal yang krusial ini.

"Dengan tidak dibukanya pintu musyawarah oleh wali kota, menurut hemat kami, itu perilaku yang sangat-sangat arogan dan sangat sombong," tegasnya.

baca juga: Pagi Ini, Satu Lagi Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi

Ia menegaskan akan melawan kebijakan ini dan menggugat setiap keputusan sepihak yang dilakukan Pemko Bukittinggi .

Sementara, Sekda Yuen Karnova membantah hal ini. Ia menyebut setiap keputusan terkait Pasa Ateh sudah dilakukan komunikasi dengan para pedagang. "Semua dikomunikasikan, segala tahapan dikomunikasikan kok," ucap Sekda.

baca juga: ACT Laksanakan Program GNLSP di Bukittinggi

Konflik Pasa Ateh antara Pemerintah dan Pedagang bermula saat Gedung Pasa Ateh akan dibangun, dan terus berlanjut walau bangunan itu sudah siap pakai.

Kekinian, pemko sudah selesai melakukan loting, dan masih ada 31 pedagang bekas kebakaran yang tidak mendapat tempat dengan alasan tidak melakukan pendaftaran ulang. Sementara ratusan lainnya sudah mendapat tempat.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera