Sekolah Tak Jadi Dibuka, Siswa SMA/SMK di Sumbar Belajar Virtual Mulai Senin Sore

Ketua PPDB SMA SMK dan SLB Sumbar Suryanto
Ketua PPDB SMA SMK dan SLB Sumbar Suryanto (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) akhirnya memutuskan untuk belajar daring dan meniadakan tatap muka.

Belajar virtual dari akan dimulai Senin 13 Juli 2020 pada pukul 16:00 WIB dan dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

baca juga: Warga Payakumbuh yang Positif COVID-19 Berdomisili di Tangerang

Ketua PPDB SMA SMK dan SLB Sumbar Suryanto secara teknis menjelaskan, setelah pendaftaran ulang selesai pada 13 Juli, semua sekolah akan memulai sekolah hari pertama sorenya.

" Sekolah pertama dilakukan secara daring menggunakan aplikasi dan pak gubernur langsung memberikan arahan kepada semua SMA/SMK di Sumbar. Tapi anak-anak tetap belum boleh datang ke sekolah . Kalau mereka ikut silakan bergabunglah," katanya saat dihubungi KLIKPOSITIF , Sabtu 11 Juli 2020.

baca juga: Masih Tak Percaya? Biaya Penanganan COVID-19 di Sumbar Rp2 Miliar Lebih

Dilanjutkannya, sekolah daring dilaksanakan karena Sumbar belum dibolehkan belajar tatap muka di sekolah . Termasuk di kabupaten dan kota yang zona hijau.

"Awalnya memang ada rencana untuk tatap muka dengan protokol kesehatan COVID-19. Tapi, karena resiko penularan COVID-19 cukup besar maka diputuskan untuk virtual saja dulu. Walaupun dengan persetujuan orangtua dengan materai 6000, kami tidak ingin disalah kalau ada klaster baru," terangnya.

baca juga: Dilakukan Secara Virtual, Gubernur Sumbar Kukuhkan Paskibaraka HUT RI ke-75 Tahun Indonesia Merdeka

Menurutnya, pembelajaran tatap muka cukup berisiko. Sebab sekolah tidak akan bisa mendeteksi pergerakan siswa dalam jumlah banyak dan dari mana saja mereka sebelumnya.

"Kalau ada kasus baru atau sekolah menjadi klaster baru nanti orangtua atau wali murid nuntut kami. Ini anak saya tertular dari sekolah . Kami tidak mau disalahkan seperti itu, maka daring saja dulu. Bagi daerah yang tidak terjangkau oleh internet bisa luring dengan memberikan tugas belajar," jelasnya.

baca juga: Ada 36 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 14 Agustus

Tak bisa dipungkiri, Suryanto mengakui metode yang dilakukan berdampak kepada mutu pendidikan . Walaupun demikian pemerintah berupa agar tetap maksimal sehingga siswa mendapatkan pembelajaran.

"Tak bisa dipungkiri mutu pendidikan kita saat pendemi COVID-19 ini jauh menurun dibandingkan biasanya," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir