Omzet Pedagang Pakaian Seragam Sekolah Turun Drastis di Pasar Raya Padang

Andrianto Memperlihatkan Pakaian Seragam Sekolah yang Dijualnya
Andrianto Memperlihatkan Pakaian Seragam Sekolah yang Dijualnya (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, pedagang pakaian seragam sekolah sudah menyiapkan stok pakaian agar tidak kewalahan saat diburu pembeli. Namun, di tengah pandemi COVID-19 dengan kebijakan belajar dalam jaringan pendapatan pedagang turun drastis.

Salah seorang pedagang seragam sekolah di Pasar Raya Padang Andrianto mengatakan, pendapatannya menurun hingga 50 persen dibandingkan tahun lalu.

baca juga: SK Bantuan Pesantren di Masa Covid Terbit, Akhir Agustus Mulai Cair

"Penurunan terjadi, baik untuk seragam SD, SMP, dan SMA. Sepi dibandingkan tahun kemaren, sekarang yang hanya yang baru masuk sekolah saja kelas 1 SD, 1 SMP, dan 1 SMA, yang naik kelas jarang," kata pemilik Toko Mande Kanduang tersebut, Sabtu (11/7/2020).

Anto mengatakan, pembeli dari siswa yang naik kelas biasanya hanya bagi orangtua yang memiliki uang berlebih, apalagi saat ini harga naik sekitar 10 persen dibanding sebelumnya.

baca juga: Banyak Lahirkan Ulama, Menag: Pesantren Harus Dibantu

"Seragam SD dijual Rp80 ribu satu stel, jika ditambah topi dan dasi menjadi Rp95 ribu. Sedangkan seragam SMP Rp110 ribu satu stel, dan seragam SMA Rp120 ribu satu stel untuk berbagai bahan. Paling banyak permintaan SD, kemudian yang baru-baru masuk sekolah," ujarnya.

Saat ini ia di Toko Mande Kanduang miliknya baru terjual sekitar 100 stel seragam setiap harinya. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang bisa mencapai 300 stel setiap harinya.

baca juga: Kemenag Susun Perpres Pendanaan Pesantren

Senada dengan Anto, pedagang pakaian seragam sekolah lainnya, Andi juga merasakan penurunan seperti Anto. Toko miliknya mengalami penurunan hingga 65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Awal tahun ajaran baru seperti sekarang tidak terlalu berpengaruh terhadap toko miliknya.

"Jauh sekali turunnya, ini akibat sekolah diundur terus, tambah pula sekolah sistem online, susah kita dibuatnya," katanya.

baca juga: Ini Panduan Lengkap Penyelenggaraan Pembelajaran Pesantren dan Pendidikan Keagamaan di Masa Pandemi

Menurutnya, kebijakan sekolah secara daring sangat jauh turunnya. Penjualan hanya laku untuk anak sekolah yang baru masuk, terutama untuk kelas 1 SD.

Editor: Muhammad Haikal