10 Tips Bersepeda 'Ala' Ketua ISSI Pessel

Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Pesisir Selatan, Subchandri Ut
Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Pesisir Selatan, Subchandri Ut (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Di tengah adaptasi hidup kebiasan baru atau new normal di masa pandemi ini, banyak cara kehidupan yang berubah. Tidak hanya, soal adaptasi menggunakan masker dan sebagainya, namun juga dengan rutinitas berolahraga.

Salah satunya dengan bersepeda, karena selain dianggap baik untuk menjaga jarak, berolahraga sepeda juga baik untuk kebugaran tubuh. Tentunya, ini harus dilakukan dengan cara yang aman, dan tidak berdampak buruk terhadap kesehatan.

baca juga: 24 Orang di Pessel Kontak dengan Pasien Kluster Bank Nagari Padang, Salah Satunya Guru

Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat, Subchandri Ut berbagi tips untuk ini. Banyak hal yang perlu diperhatikan, baik sebelum maupun sesudah bersepeda.

Begini hasil wawancara KLIKPOSITIF , dengan Ketua ISSI Pessel :

baca juga: Dinilai Merusak, Galian C di Kampung Lubuk Buayo Pessel Dilaporkan Masyarakat

1. Apa yang harus dilakukan pesepeda sebelum bersepeda?

Menurutnya, sebelum memulai olahraga bersepeda ada beberapa hal yang sering tidak diperhatikan para pesepeda, yang pertama adalah ukuran sepeda . Memilih sepeda sama halnya dengan memiliki baju. Sering ketika membeli sepeda , kita tidak tau apakah size sepeda itu cocok bagi kita atau tidak, seperti besar dan kecilnya. Karena sebelum bersepeda, kita harus menyesuaikan sepeda tinggi badan. Ini disebut juga dengan bike fitting.

baca juga: Dalam Masa Pandemi, 10 Ribu Orang Akan Berkumpul Saat HUT Kota Padang

Katanya, saat ingin memilih sepeda , hal itu perlu dikonsultasikan dengan pemilik toko sepeda . " Biasanya toko sepeda yang baik bisa memberikan konsultasi mengenai size sepeda . Sepeda yang ukuran framenya kebesaran atau kekecilan akan dirasa kurang nyaman ketika dibawa besepeda jarak jauh dalam durasi yang lama. Begitu juga sadel yang terlalu rendah akan membuat kayuhan tidak smooth atau lancar," ungkapnya.

Lanjutnya, tinggi sade juga menjadi acuan saat sebelum membeli sepada, karena ketika pedal pada posisi terendah maka posisi kaki lurus dengan tumit pada pedal. "Sebab, kita tidak mendayung sepeda dengan tumit, tapi dengan bola kaki seperti tumpuan ketika kita akan melompat. Maka ketika kita mendayung dengan bola kaki dan pedal berada pada posisi terendah maka kaki akan sedikit bengkok, ini adalah toleransi sehingga kaki tidak terlalu regang," terangnya.

baca juga: Bantu Atasi Krisis Darah, Dinas Perdagangan Adakan Kegiatan Donor Darah

"Sedangkan untuk tinggi dan rendah stang dapat disesuaikan dengan kelenturan pinggang kita, semakin sering kita gowes maka tubuh kita akan semakin beradaptasi dengan gerakan sepeda ," jelasnya.

2. Apa saja komponen sepeda yang harus diperiksa sebelum digunakan?

Menurutnya, beberapa komponen yang paling penting untuk diperiksa sebelum bersepeda adalah rem, rem merupakan komponen pengaman yang paling penting bagi keselamatan pesepeda, jadi penting memeriksa apakah rem sudah berfungsi seperti seharusnya.

Selain rem, hal kedua yang perlu diperiksa adalah tekanan angin ban. Tekanan angin yang kurang disamping membuat sepeda akan terasa berat dikayuh. Apalagi saat masuk lubang, itu dikhawatirkan akan mudah bocor.

"Untuk itu sebaiknya orang yang rutin bersepeda sebaiknya mempunyai pompa sendiri di rumah. Selanjutnya yang perlu diperiksa adalah shifting atau perpindahan gigi sepeda , kalo perpindahan gigi tidak lancar tentunya ini akan membuat aktivitas tidak nyaman. Dan yang terakhir perikasa baut-bautnya, untuk memastikan tidak ada yang longgar sehingga tidak membahayakan, baik itu baut stang dan tiang sadel," ujarnya.

3. Apa perlengkapan yang harus digunakan pesepeda?, dan apakah baju lengan panjang, helm, masker dan sarung tangan wajib menjadi perlengkapan wajib?

Penjelasannya, perlengakapan yang wajib sebenarnya hanya helm. Sebaiknya pesepeda mengenakan helm selama aktivitas bersepeda. Karena, katanya disamping kelihatan keren, ini juga akan melindungi kepala ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, sebab helm akan menjadi pelindung bagi pesepeda.

"Untuk kenyamanan sebaiknya memakai celana khusus untuk sepeda karena mempunyai busa atau padding, di dalamnya yang membantu untuk menghindari gesekan dengan sadel, sehingga bersepada dalam jarak jauh dan lama akan terasa nyaman dan tidak lecet," paparnya.

4. Perlukah pemanasan dilakukan sebelum gowes? Kalau iya, berapa lama dan seperti apa cara pemanasan yang dianjurkan?

Dikatakannya, setiap aktivitas olahraga pasti memerlukan pemanasan. Untuk bersepeda, pemanasan cukup peregangan otot bagian atas dan kaki secukupnya. Selanjutnya pemanasan di atas sepeda saja, di antaranya dimulai dengan kayuhan dengan intensitas rendah dengan memakai gir yang ringan.

"Sebab, pemanasan yang cukup akan menghindarai cedera dalam jangka panjang," katanya.

5.Pentingkah pesepeda mengetahui rute dan jarak yang akan ditempuh? Apa alasannya?

Baginya, ini merupakan tahap perencanaan.

Menurutnya, sebelum memulai aktivitas sepeda sebaiknya pesepeda harus merencanakan duku rute yang akan ditempuh disesuaikan. Diantaranya, tentu menyesuaikan dengan kemampuan sendiri, begitu juga ketika bersepeda dengan berombongan.

"Karena, pemilihan rute yang tidak sesuai kemampuan akan menyebabkan demotivasi dalam jangka panjang. Ini semakin penting ketika kita akan bersepeda dengan rombongan, karena rombongan bisa saja beragam kemampuannya. Sehingga rute harus dipilih supaya semua anggota rombongan tidak ada yang tersiksa selama aktivitas. Jangan pilih rute yang terlalu berat untuk kemampuan kita karena bisa menyebabkan cidera dan tidak bisa menikmati aktivitas bersepeda. Maka perlu untuk meningkatkan jarak, intensitas dan durasi aktivitas secara bertahap. Minimal 3 kali seminggu dan pada hari minggunya pilih rute yang lebih panjang," saranya.

6. Berapa jarak ideal antar pesepeda saat gowes?

Menurutnya, hal ini merupakan relatif, namun bagi untuk pembalap pro, mereka dalam rombongan bisa dengan sangat dekat. Namun, sekali untuk mendapatkan pesepeda hobbist atau sekedar hobi, karena belum terbiasa dan dapat membahayakan.

Lanjutnya, untuk jarak minimal pesepeda harus tahu reflek kita. Tapi, kalau baru-baru gowes, jarak setengah meter atau satu sepeda sudah aman.

7. Jika peserta ramai dan bergerombolan, bagaimana cara mengaturnya agar tertib dan aman?

Hal ini memang sering dikeluhkan pemakai jalan sekarang, khususnya di kota besar dangan ramainya orang bersepeda sekarang.

Menurutnya, usahakan para pecinta pesepeda paling banyak dua baris dan rapi, sehingga kita tidak terlalu memakan space jalan. Dan usahakan jalan dengan berada pada jalur sendiri, dalam arti dalam garis lurus.

"Dengan rapinya rombongan disamping enak dilihat dan aman, juga memberikan keuntungan bagi pesepeda sendiri karena ada keuntungan angina dari yang didepannya," imbuhnya.

8. Jarak berapa atau setiap durasi berapa pesepeda dianjurkan untuk bersitirahat? Apa yang harus dilakukan dan diperhatikan selama istirahat? Berapa lama waktu ideal untuk beristirahat?

Katanya, untuk para pemula, disamping merencanakan rute, pesepeda juga merencanakan kapan dan di mana akan beristirahat.

Sebaiknya istirahat dilakukan menurutnya, setelah bersepeda selama satu jam. Selain istirahat dengan berhenti, juga bisa dilakukan dengan menurunkan intensitas. Disamping istirahat, asupan cairan atau minum juga perlu diperhatikan untuk mencegah kekeringan cairan.

"Usahakan minum setiap lima belas menit paling sedikit. Maka penting di sini pesepeda membawa botol air sebagai kelengkapan sepeda . Untuk istirahat sekitar 15 sampai 30 menit cukup,"jelasnya.

9. Jika tak sanggup melintasi jalur pendakian atau tidak sanggup melanjutkan perjalanan, apa yang harus dilakukan pesepeda?

Katanya, untuk menanjak adalah menyesuaikan kayuhan dengan gir sepeda . Kalau kayuhan sudah berat maka gir harus dipindahkan ke yang lebih ringan dan atur nafas. Untuk tanjakan yang panjang jangan dipaksakan pada awal tanjakan, usahakan konstan dengan kecepatan yang dapat dipertahankan, jangan turutkan orang yang sudah biasa atau yang lebih kuat.

"Tips lainnya ketika gir sudah habis, dan tanjakan masih berat adalah dengan melakukan zig zag dalam menanjak. Jadi menanjak dengan mengambil jalur seperti huruf S, kita tidak menanjak dengan jalur lurus. Ini akan terasa jauh lebih ringan," terangnya.

10. Apa yang harus dilakukan pesepeda jika selesai melakukan gowes?

Mungkin yang terakhir, menurutnya, setelah melakukan aktivitas sepeda , beberapa hal yang harus diperhatikan adalah istirahat dan makanan dan minuman pengganti. Setiap aktivitas olahraga siklusnya akan sama yaitu latihan, makan dan istirahat. Apabila siklus ini dilakukan dengan teratur maka kita akan semakin kuat dari hari ke hari dalam arti akan semakin sehat.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani