Selama Pandemi Covid-19, Semen Padang Musnahkan Ribuan Sampah Medis

Petugas DLH Padang mengangkat sampah ke Kiln Semen Padang
Petugas DLH Padang mengangkat sampah ke Kiln Semen Padang (Dokumentasi DLH Padang)

PADANG , KLIKPOSITIF -- Selama masa pandemi , kiln Semen Padang telah memusnahkan sebanyak 3955 kotak limbah Covid-19 yang berasal dari beberapa tempat karantina yang ada di Kota Padang .

"Tempat pemusnahan limbah medis di Kota Padang ini ada dua. Pertama di kiln Semen Padang dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padang ," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang , Mairizon.

baca juga: Sekolah Daring Berpotensi Bikin Mata Anak Minus, Ayo Deteksi

Menurutnya, pemusnahan di kiln Semen Padang sudah dilakukan jauh sebelum dilaksanakan di RSUD Rasidin yang merupakan bantuan dari etnis tionghoa.

"Di kiln Semen Padang itu yang dimusnahkan adalah sampah yang berasal dari empat lokasi karantina," lanjutnya.

baca juga: 3 Perantau yang Pulang ke Pariaman Positif COVID-19, Penutupan Posko Utama Satgas Batal

Seperti diketahui, kiln merupakan sebuah oven yang biasa digunakan untuk perubahan proses kimiawi dalam pembuatan semen. Sementara untuk pembakaran sampah medis, alat yang hanya dimiliki PT Semen Padang di Sumatera Barat itu bisa memusnahkan sampah dengan melakukan pembakaran dengan suhu tinggi.

"Selama pandemi , untuk pemusnahan sampah medis Covid-19 kami menumpang di Semen Padang . Karena kami belum memiliki alat pembakar sampah atau insenerator," lanjutnya.

baca juga: Besok, Proses Belajar Tatap Muka di Pariaman Dimulai

Sementara itu, di RSUD Rasidin pihak DLH Kota Padang juga sudah memusnahkan sebanyaj 206 kantong sampah Covid-19.

"Pemusnahan ini kami lakukan sejak 26 Mai 2020 hingga 9 Juli kemarin. Selain itu, kami juga melakukan pemusnahan di kiln Semen Padang ," lanjutnya.

baca juga: Bertambah Lagi, Pasien Corona di RS Wisma Atlet Kini Tembus 1.205 Orang

Pemusnahan tersebut dilakukan dengan menggunakan alat insinerator yang merupakan pemberian dari organisasi yang ada di Kota Padang .

"Kami akan memaksimalkan tempat pemusnahan yang ada dan ini tidak hanya bisa dimanfaatkan saat pandemi ini saja, tetapi kedepannya untuk limbah medis juga," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Ramadhani