Pengakuan Warga Tanjung Sani Setelah Direlokasi ke Dama Gadang

Perumahan warga korban gempa 2009 di Dama Gadang
Perumahan warga korban gempa 2009 di Dama Gadang (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Warga yang menghuni perumahan relokasi Dama Gadang Nagari Tanjuang Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam -Sumbar, mengungkapkan rasa syukur telah mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam penyediaan tempat tinggal yang jauh dari wilayah rawan bencana.

Seperti halnya yang diungkapkan salah seorang warga Jorong Galapuang, Nagari Tanjuang Sani, E. St Parpatiah. Ia merasa nyaman tinggal di perumahan relokasi itu, karena setiap hujan melanda tidak lagi dihantui bencana yang akan membahayakan dirinya dan keluarga.

"Selain rumah, kami di sini juga dilengkapi dengan berbagai sarana prasarana seperti mushala, MDA dan lainnya. Untuk itu, kita ucapkan terima kasih kepada Pemkab Agam telah merelokasi kami ke Dama Gadang," ujar E. St Parpatiah saat ditemui di perumahan relokasi Dama Gadang, Sabtu (11/7).

baca juga: Pedagang Positif COVID-19, Total Kasus di Agam Capai 40

E. St Parpatiah menjelaskan, ia bersama keluarga direloksi ke Dama Gadang karena menjadi korban bencana longsor pada 2009 silam. Saat itu rumahnya dihantam material bersama sejumlah rumah lainnya dan longsor susulan kerap terjadi. Sehingga wilayah itu ditetapkan pemerintah sebagai zona merah.

"Pada 2010 kita dipindahkan Pemkab Agam ke shelter Sungai Batang. Seiring berjalan waktu pemerintah membangun perumahan relokasi untuk warga terdampak bencana saat itu," katanya.

baca juga: BKSDA Evakuasi Seekor Trenggiling di Gaduik Agam

Selama 7 tahun berjalan, pada 2017 E. St Parpatiah bersama keluarga dan KK lainnya yang ada di shelter dipindahkan ke perumahan relokasi. Hingga sekarang mereka telah merasakan kenyamanan, aman dan tentram tanpa dihantui rasa takut dari ancaman bencana.

Ia mengatakan, di lokasi itu ada 115 unit perumahan, tapi yang menetap hanya 38 KK. Untuk menggerakkan perekonomian warga memanfaatkan lahan tidur milik Pemkab Agam , sisa dari tanah yang dibangunkan perumahan.

baca juga: Polda: Kasus Ujaran Kebencian Terhadap Mulyadi Sudah P-21

"Ada sekitar 16 hektar lahan Pemkab Agam yang belum dimanfaatkan. Sebelum tanah ini digarap, kita manfaatkan untuk berkebun disamping bertani di kampung," sebutnya.

Di lahan seluas 16 hektar itu ditanami berbagai komoditas pertanian seperti pisang, cabai, kopi, kulit manis, durian dan lainnya.

baca juga: Bertambah Lagi, Total Kasus COVID-19 di Agam Menjadi 39

Dengan tingginya perhatian pemerintah, E. St Parpatiah mengajak warga yang berada pada wilayah rawan bencana di salingka Danau Maninjau untuk relokasi ke Dama Gadang.

Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi mengatakan, beberapa waktu belakang Tanjuang Sani kerap terjadi bencana dengan waktu berdekatan. Karena sosialisasi yang baik, masyarakat dikawasan rentan bencana sudah mau diajak untuk direlokasi ke Dama Gadang.

"Saat ini ada sekitar 28 KK yang sedang diproses BPBD untuk direloksi ke Dama Gadang," ujarnya.

Camat menyebutkan, masyarakat tidak dilarang cari nafkah di kampung, tapi untuk keamanan tempat tinggal pemerintah daerah telah menyediakannya. Sehingga keamanan jadi terjamin dan jauh dari risiko bencana.

Namun, katanya juga perlu perbaikan dan peningkatan akses jalan dan sarana air bersih. Karena ini dasar bagi masyarakat untuk bisa bertahan di lokasi tersebut. Tidak hanya dalam satu malam, tapi perlu dimusyawarahkan ditingkat nagari dan ia akan memfasilitasinya tentu dengan mempedomani aturan yang ada.

"Di lokasi ini tidak hanya untuk warga Tanjuang Sani, tetapi setiap warga yang berada pada wilayah rawan bencana di Tanjung Raya. Apabila bersedia direlokasi ke Dama Gadang pemerintah siap memfasilitasinya," ulas Handria Asmi. (rel)

Editor: Rezka Delpiera