BPBD Pastikan Peralatan Penanganan COVID-19 di Sumbar Selalu Standby

APD di gudang logistik BPBD Sumbar
APD di gudang logistik BPBD Sumbar (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tengah berupaya untuk menekan kasus COVID-19 dengan cara melakukan tes swab dan rapid test ke berbagai kalangan hingga ribuan orang. Mulai dari pelaku pariwisata hingga ke sejumlah warga yang dinilai melakukan kontak dengan orang yang terpapar COVID-19.

Untuk memaksimalkan penanganan COVID-19 ini, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat berharap agar ketersedian peralatan selalu ada, sehingga apabila menghadapi situasi terburuk, segala bentuk peralatan itu bisa dikerahkan.

baca juga: Ada 47 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 7 Agustus, Jubir: 41 Sampel Positif dari Kota Padang

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengajukan penambahan alat rapid test sebanyak 40.000, hal ini mengingat ketersediaan rapid test sampai saat ini tinggal sekitar 20.000 lagi. Padahal dalam menyambut kedatangan wisatawan rapid test perlu dipersiapkan.

"Sekarang itu setiap wisatawan yang datang harus di swab dan rapid test, dan itu kita lakukan secara gratis. Nah makanya perlu standby peralatannya itu, agar semuanya berjalan maksimal," katanya, Jumat (13/7).

baca juga: Seorang Guru Kontak Erat dengan Pasien Positif COVID-19, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Ditutup

Untuk itu, Merry berharap permintaan penambahan peralatan penanganan COVID-19 bisa segera terpenuhi. Sebab kasus COVID-19 di Sumatera Barat masih ada, meskipun pemerintah telah menerapkan new normal atau tatanan kehidupan baru.

Menanggapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) selaku pihak yang bertugas untuk mendatangkan peralatan penanganan COVID-19 menyatakan persoalan permintaan penambahan peralatan, kini masih dalam tahap menyiapkan anggaran.

baca juga: 24 Orang di Pessel Kontak dengan Pasien Kluster Bank Nagari Padang, Salah Satunya Guru

Kalaksa BPBD Sumatera Barat Erman Rahman mengatakan semenjak Sumatera Barat dikatakan darurat COVID-19 peralatan penanganan COVID-19 terus didatangkan, mulai dari tahap I, II, dan tahap III. Terkait dengan permintaan penambahan peralatan dari Dinkes itu akan dimasukan dalam tahap IV.

"Semoga permintaan itu segera terwujud. Tapi intinya ketersediaan peralatan penanganan COVID-19 selalu siap untuk memenuhi permintaan," ujarnya ketika dihubungi dari Padang.

baca juga: Hasil Tracing di Guguak Tinggi, 16 Orang Diswab

Erman Rahman menyebutkan melihat pada keperluan peralatan penanganan Covid-19, seperti alat pelindung diri ( APD ), tes swab dan rapid test, per harinya bisa mencapai 500 hingga 1.000. Kendati jumlahnya tidak bisa ditentukan per harinya, namun sejauh ini setiap permintaan yang masuk ke BPBD, selalu ada.

Namun untuk menjemput peralatan penanganan Covid-19 itu, pihak rumah sakit harus memperoleh surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Artinya, tanpa ada surat rekomendasi dari Dinas Kesehatan, maka BPBD belum bisa memenuhi permintaan peralatan penanganan Covid-19.

"Jadi ada prosedurnya. Makanya jangan ragu soal stok peralatan yang ada, BPBD pastikan ketersediaan selalu ada dan standby," tegasnya.

Menurutnya, mengingat Sumatera Barat masih menjalani tanggap darurat COVID-19 maka tentang ketersediaan peralatan penanganan COVID-19 adalah hal yang harus ada. Terkait penambahan tahap IV, BPBD perkirakan akan segera ada.

"Untuk APD saja sampai hari ini ada sekitar 20.000 lagi yang tersimpan di Gudang Pusdalops. Jumlah itu diperkirakan akan cukup hingga penambahan peralatan tahap IV nanti," sebutnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir