Menyedihkan, Anak Berumur 16 Bulan Masuk Sumur Sedalam 20 Meter di Pasbar

Tim SAR saat melakukan evakuasi korban dari kedalaman sumur sekitar 20 meter
Tim SAR saat melakukan evakuasi korban dari kedalaman sumur sekitar 20 meter (BPBD Pasbar)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Seorang anak berumur 16 bulan bernama Zairah di Jorong Bandu Balai, Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat masuk ke dalam sumur sedalam 20 meter.

"Benar, korban berjenis kelamin perempuan ini baru bisa dievakuasi setelah hampir 4 jam dari dalam sumur," sebut Kepala Pos SAR Pasaman, Zulfahmi, Senin (13/7/2020).

baca juga: Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Pasbar, 58 Warga Sungai Aur Test Swab

Ia mengatakan, proses evakuasi sangat sulit karena lubang masuk ke dalam sumur sempit dan baru bisa mengangkat tubuh korban sekitar pukul 15.50 WIB dalam kondisi meninggal dunia.

"Korban diduga lepas dari pengawasan orangtuanya saat bermain di dalam kamar, sementara di dalam kamar itu ada sumur," katanya.

baca juga: Perpustakaan Nagari Sasak Masuk Nominasi Lomba Tingkat Nasional

Zulfahmi menjelaskan, menurut pengakuan saksi bahwa anak pertama dari pasangan dari Joko (39) dan Maiyurlina (35) masuk ke dalam sumur bermula ketika korban sedang istirahat dalam kamar di rumah neneknya sekitar pukul 11.30 WIB dan lepas dari pengawasan orangtua. Ibu korban belakangan baru menyadari jika di dalam kamar ada sumur. Namun terlambat, ketika kembali ke kamar, sang buah hati sudah terjerumus di dalam sumur.

"Kedalaman sumur diperkirakan mencapai 20 meter. Setelah berjuang sekitar 4 jam oleh BPBD dan Tim SAR, korban baru bisa dievakuasi," jelasnya.

baca juga: Audy Joinady Hadiri Tradisi Buka Ikan Larangan di Lubuk Godang Pasaman Barat

Menurutnya, evakuasi memakan waktu sampai empat jam dikarenakan sumur itu berada di ruang yang sempit di dalam kamar, sehingga membuat tim kesulitan untuk melakukan evakuasi.

Akibat dari peristiwa itu, Zulfahmi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, sebelum beraktivitas atau ketika berada di suatu lokasi yang belum dikenal.

baca juga: Pasien Positif Corona Bertambah Dua Kasus di Pasaman Barat

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi