BPTP Sumbar Perkenalkan Kalung Eukaliptus Cegah COVID-19 ke Pemkab Tanah Datar

Kepala BPTP menyerahkan kalung antivirus Korona produk Kementan kepada Sekda Irwandi
Kepala BPTP menyerahkan kalung antivirus Korona produk Kementan kepada Sekda Irwandi (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat mengenalkan hasil temuan Kementerian Pertanian tentang tanaman Eukaliptus (Eucalyptus) yang diyakini mampu mencegah masuknya COVID-19 kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar .

Kedatangan Kepala BPTP Sumbar Jekvy Hendra bersama rombongan disambut Sekda Tanah Datar Irwandi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Suhermen, Kepala Baperlitbang Alfian Jamrah, Kadis Pangan dan Perikanan Daryanto Sabir, Kadis Pertanian Yulfiardi, dan Kadis Kesehatan Yesrita Zedrianis di Kantor Bupati, Senin 13 Juli 2020.

baca juga: Empat Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Total Jadi 42

Kepala BPTP Jekvy menyampaikan tanaman Eukaliptus ini dari hasil penelitian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Batlitbangtan) diyakini mampu mematikan COVID-19.

Jekvy menjelaskan tanaman Eukaliptus bukan dijadikan serum namun dikemas dalam bentuk kalung, inhaler, roll on, salep, hingga difuser.

baca juga: Bertambah Dua Warga Tanah Datar Terkonfirmasi Positif COVID-19, Total Jadi 38

"Produk Kementan ini bertujuan untuk menjadi tameng terhadap penyebaran virus Korona yang diketahui menyebar melalui droplet atau percikan. Aroma terapi dari Eukaliptus inilah yang mampu membunuh virus sampai 80 persen ketika dipakai selama 30 menit," tutur Jekvy.

Sementara itu, Sekda Irwandi menyampaikan terima kasih atas kunjungan BPTP Sumbar ini yang banyak informasi dan masukan untuk kemajuan Tanah Datar ke depan khususnya bidang pertanian.

baca juga: Bripka Ilham Siapkan Remaja di Jaho Jadi Perisai Kamtibmas

"Perihal Eukaliptus menjadi bahan pengetahuan bagi kita semua dan tentu akan disampaikan kepada masyarakat melalui media informasi dan untuk perihal program inovasi tentu ini menjadi catatan khusus terutama bagi OPD terkait untuk bisa digiatkan lagi, dan tentunya disesuaikan juga dengan anggaran yang tersedia," ucap Irwandi. (*)

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi