PBM Tahun Ajaran Baru di Pasbar Tetap Gunakan Sistem Tatap Muka dan Daring

Siswa SMK I Talamau saat dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk kepekarangan sekolah
Siswa SMK I Talamau saat dilakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk kepekarangan sekolah (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Aktivitas Proses Belajar Mengajar (PBM) di tahun ajaran baru di masa pandemi secara resmi dilaksanakan di Kabupaten Pasaman Barat dengan sistem belajar tatap muka dan daring.

Salah satu nya SMK Negeri I Talamau, di Kecamatan Talamau. Sekolah itu di hari pertama di masa New Normal dihadiri seluruh siswa seluruh jurusan dan majelis guru.

baca juga: 1.410 Sekolah di Zona Kuning dan Hijau Dibuka, Paling Banyak di Sumatera

"Di masa pandemi Corona ini, kita melakukan dua macam sistem pembelajaran yaitu daring dan tatap muka," sebut Kepala SMK Negeri I Talamau, Heliswan, Senin (13/7/2020).

Ia menjelaskan, pembagian proses pembelajaran akan dibagi menjadi 2, yaitu 18 siswa di sekolah dan 18 siswa di rumah dihari yang sama dan jam yang sama setiap minggunya.

baca juga: Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Pasbar, 58 Warga Sungai Aur Test Swab

Kemudian siswa yang tadi belajar di rumah kembali sekolah belajar secara tatap muka begitu pula yang disekolah akan belajar di rumah.

"Siswa yang di rumah akan belajar secara daring, melalui modul, melalui vidio dan sebagainya," jelasnya.

baca juga: Perpustakaan Nagari Sasak Masuk Nominasi Lomba Tingkat Nasional

Heliswan mengatakan, proses pembelajaran dengan sistem shift ini akan terus dilaksanakan sebelum adanya peraturan dari dinas.

"Pembelajaran dengan sistem shift ini akan terus dilaksanakan sebelum adanya peraturan dari dinas, kalau ada perubahan dari dinas akan disosialisasikan kembali," katanya.

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Bertambah di Padang, Disdik Pastikan Belum Laksanakan PBM Tatap Muka

Sementara untuk persiapan standar protokol kesehatan, pihaknya telah melakukan persiapan seperti tempat cuci tangan dan melakukan pengukuran suhu badan menggunakan thermogun.

"Berbagai pelayanan di sekolah sudah kita lakukan, dengan membagikan masker dan memberikan arahan untuk menjaga jarak serta tidak memperbolehkan berkerumunan untuk mencegah dan atisipasi penyebaran Corona," terangnya.

Di lain tempat, Dodi Ifanda salah seorang wali murid mengatakan sudah seharusnya anak-anak kembali belajar di sekolah , mengingat waktu belajar sekitar 4 bulan selama di rumah bukan waktu yang singkat.

"Sebagai orangtua, kembali ke sekolah ini yang diharapkan dan ditunggu-tunggu. Selama proses belajar di rumah kebanyakan bermain dari pada belajar," katanya.

Menurutnya, jika melihat kondisi di Pasaman Barat seharusnya anak-anak kembali belajar di sekolah karena daerah Bumi Mekar Tuah Basamo itu termasuk daerah zona hijau di Sumbar.

Sedangkan saat ini lanjutnya, tempat wisata yang ada di Pasaman Barat seperti pantai sasak ramai dikunjungi para wisatawan yang seolah terlihat tidak terjadi apa-apa, tanpa memperdulikan anjuran pemerintah.

"Selama new normal aman-aman saja, tidak ada masalah jika siswa masuk sekolah kembali. Tempat wisata saja dibebaskan, kenapa sekolah tempat menimba ilmu harus dibatasi," ujarnya.

"Padahal jika dilihat, di beberapa tempat wisata yang ada nampak mengabaikan anjuran pemerintah, sedangkan pemerintah tak terlalu serius," sambungnya.

Meski masuk sebagai salah satu daerah zona hijau, pemberlakuan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah selama new normal harus tetap dilaksanakan, baik itu di sekolah maupun di tempat keramaian.

"Kami dari para orangtua berharap pihak sekolah disiplin untuk mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap menjaga kesehatan para siswa dan lingkungan sekolah , biarkan saja tempat lain itu tidak disiplin," harapnya.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi