Tinjau PBM di Tahun Ajaran Baru, Bupati Pasbar: Wajib Ikuti Protokol Kesehatan

Bupati Pasaman Barat, Yulianto didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Marwazi B saat mengunjungi SMP N1 Pasaman
Bupati Pasaman Barat, Yulianto didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Marwazi B saat mengunjungi SMP N1 Pasaman (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Bupati Pasama Barat Yulianto mengimbau kepada seluruh majelis guru yang melaksanakan PBM (Proses Belajar Mengajar) untuk tetap mengikuti protokol penanganan COVID-19.

"PBM di hari pertama merupakan uji coba untuk tingkat SMP dan SMA yang ada di Pasaman Barat di masa pandemi," sebut Yulianto, saat melakukan peninjauan di hari pertama sekolah tahun ajaran baru di SMP Negeri 1 Pasaman, Senin (13/7/2020).

baca juga: 1.410 Sekolah di Zona Kuning dan Hijau Dibuka, Paling Banyak di Sumatera

Ia mengatakan, semua sudah rindu dengan sekolah , siswa, guru dan orangtua. Namun, harus wajib mengikuti protokol kesehatan, yakni pakai masker, cuci tangan dan tidak boleh keluar main.

"Jika ada anak sekolah yang demam, diminta kepada guru untuk cepat mendeteksi secara dini kondisi siswa itu," katanya.

baca juga: Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Pasbar, 58 Warga Sungai Aur Test Swab

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marwazi B menyampaikan jumlah SMP yang mengikuti PBM saat ini mencapai 68 SMP negeri dan swasta.

Sedangkan terhadap sekolah dasar yang berjumlah 270, belum melakukan PBM tatap muka, begitu juga dengan TK dan Paud yang berjumlah 292.

baca juga: Perpustakaan Nagari Sasak Masuk Nominasi Lomba Tingkat Nasional

"Tingkat SD untuk sementara melakukan proses pembelajaran di rumah dengan sistem daring atau dalam jaringan, serta luring atau luar jaringan," jelasnya.

Lanjutnya menerangkan, nanti setelah SMP berjalan selama 2 bulan akan diadakan evaluasi, kalau pembelajaran tersebut berhasil dan tidak ada satupun siswa maupun guru atau tenaga pendidik yang terpapar COVID-19, maka SD akan dilakukan PBM tatap muka di sekolah .

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Bertambah di Padang, Disdik Pastikan Belum Laksanakan PBM Tatap Muka

Namun, kata Marwazi B apabila dalam proses berjalan pembelajaran tatap muka di sekolah ada yang terpapar COVID-19, maka semua tingkatan sekolah akan kembali melaksanakan proses pembelajaran di rumah dengan sistem tatap mata atau sering dan pembelajaran jarak jauh.

"Jika ada yang terpapar satu orang saja, maka semua tingkatan sekolah akan kembali melaksanakan sistem pembelajaran jarak jauh," kata Marwazi B.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi