Pembelajaran Tatap Muka di Pessel, Siswa Hanya Sekolah Dua Sampai Tiga Hari dalam Seminggu

Siswa di Pessel bersemangat pergi ke sekolah
Siswa di Pessel bersemangat pergi ke sekolah (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat mengungkapkan, siswa di daerah itu tidak sepenuhnya melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka dalam satu minggu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pessel , Suhendri mengatakan, PBM tatap muka di daerah itu dilaksanakan dengan sistem shift atau dengan cara masuk bergantian setiap harinya.

baca juga: Kasus COVID Terus Bertambah, Gugus Tugas Sebut Pessel Masih Tetap di Zona Kuning

"Kalau sekarang, tidak setiap hari datang sekolah. Ada dua kali seminggu, dan ada tiga kali seminggu," ungkapnya pada KLIKPOSITIF , Senin 13 Juli 2020.

Ia menjelaskan, pada sistem shift ini, Pemkab Pessel membagi siswa, dari dua sampai tiga kelompok. Di antaranya, dua kelompok untuk kelas tinggi, dan tiga kelompok untuk kelas rendah.

baca juga: Kasus COVID Terus Meningkat, Pemkab Pessel Bakal Perketat Lagi Penerapan Protokol COVID

"Kelas rendah itu, mulai kelas 1, 2 dan 3 SD. Itu dibagi atas tiga kelompok, satu kelompok dua hari datang ke sekolah," jelasnya.

"Sedangkan kelas tinggi itu mulai dari kelas 4 sampai 6 SD dan SMP, itu dibagi dua kelompok. Dalam satu minggu, tiga hari sekolah," terangnya.

baca juga: Hasil Swab Guru Negatif, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Kembali Dibuka

Menurutnya, untuk bulan pertama PBM tatap muka ini, pihaknya akan terus dilakukan. Jika bulan pertama tidak ditemukan masalah, maka bulan berikutnya akan dilakukan perubahan.

"Itu, andai tidak ada ditemukan masalah pada bulan pertama, maka bulan kedua anak akan setiap hari datang ke sekolah. Namun, tetap dengan pola shift," katanya.

baca juga: Rapat Istimewa HUT RI ke-75 di Pessel Sepi Anggota Dewan

Lanjutnya, pelaksanaan proses belajar mengajar di daerah itu, sudah dipersiapkan dengan standar operasional prosedur (SOP).

SOP itu, tertuang dalam surat edaran nomor 420/1608/Disdikbud/2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Pembelajaran 2020/2021 di Masa Normal Baru tanggal 10 Juni 2020.

Pada surat edaran disebutkan sistem pembelajaran yang dilaksanakan dengan membagi siswa dalam satu rombongan belajar.

Bagi siswa kelas rendah, dibagi atas tiga kelompok dengan maksimal sepuluh orang, sedangkan kelas tinggi dan siswa SMP dibagi dua kelompok dengan maksimal 15 orang.

Ketika siswa pada kelompok tertentu berada di rumah, maka akan dilayani dengan sistem daring. Jika ada sekolah yang masih dua shift, maka shift pagi siswa kelas tinggi, dan shift siang siswa kelas rendah.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi