Ratusan Guru di Payakumbuh Ikut Tes Swab Massal, Ini Alasannya

Pelaksanaan tes swab massal terhadap guru di Payakumbuh.
Pelaksanaan tes swab massal terhadap guru di Payakumbuh. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Ratusan guru di Kota Payakumbuh ikut tes swab massal di halaman Eks Balai Kota Payakumbuh , Bukik Sibaluik, Senin (13/7). Guru yang ikut itu adalah mereka yang mengajar di PAUD, SD dan SMP.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal mengatakan, tes swap massal terhadap guru-guru tersebut merupakan instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar untuk melihat kondisi perkembangan COVID-19 di Payakumbuh .

baca juga: Kasus Positif COVID-19 Bertambah, Rencana Pembelajaran Tatap Muka di Payakumbuh tak Terganggu

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan akan tetap mengikuti arahan provinsi," kata Bakhrizal, Senin (13/7).

Seperti diketahui, Kota Payakumbuh ditargetkan untuk melakukan tes swab massal terhadap 1.600 orang.

baca juga: Warga Payakumbuh yang Positif COVID-19 Berdomisili di Tangerang

"Kita akan terus melakukan tes swab massal untuk warga Payakumbuh ," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Agustion mengatakan, guru yang akan diambil spesimennya untuk tes usap untuk 750 guru.

baca juga: Proyek Pendistrian Dimulai, Puluhan PKL Dipindahkan ke Bawah Kanopi Pasar Payakumbuh

"Ini merupakan tahap pertama, yang akan digelar sampai dengan Kamis (16/7), kurang lebih ada 750 yang akan ikut. Makanya harinya kami bagi, sehingga tidak ada keramaian," ujarnya.

Untuk tahap pertama ini, tes swab difokuskan kepada guru PNS yang telah berumur lebih dari 40 tahun.

baca juga: Jumlah Pelanggan Dekati 32 Ribu, Wako Minta Pengelolaan PDAM Payakumbuh Lebih Profesional

"Karena ini banyak mendapatkan respon positif rencananya akan dilakukan tes usap untuk tahap kedua yang menyasar seluruh guru yang ada termasuk guru honorer," katanya.

Ia mengatakan, secara keseluruhan terdapat 1.800 an guru yang ada di Kota Payakumbuh yang 1.200 diantaranya berstatus PNS dan 600 lainnya guru honorer.

"Dinas mendorong kepala sekolah dan guru-guru mengikuti swab untuk mengurangi kecemasan masyarakat, sehingga tidak khawatir kalau-kalau sekolah dibuka atau belajar tatap muka diberlakukan kembali," sebutnya. (*)

Editor: Taufik Hidayat