Empat Daerah Zona Hijau di Sumbar Belajar Tatap Muka di Sekolah, Gubernur: Menerapkan Protokol COVID-19

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Empat kabupaten dan kota di Sumatera Barat (Sumbar) memulai aktivitas belajar mengajar di sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021.

Empat daerah masuk zona hijau itu Kabupaten Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Kota Pariaman, dan Sawahlunto.

baca juga: Nasrul Abit Rutin Tes Swab

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menjelaskan, sebenarnya ada enam daerah yang sudah kembali menjadi zona hijau. Selain empat daerah tersebut, juga ada Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. Namun kedua daerah yang saling bertetangga itu, menunda membuka sekolah .

"Dari enam zona hijau, hanya empat yang siap membuka sekolah dengan tatap muka langsung dengan normal baru," katanya, Selasa, 14 Juli 2020.

baca juga: Hasil Swab Guru Negatif, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Kembali Dibuka

Dilanjutkannya, empat daerah itu sudah kembali menjadi zona hijau, karena sudah tidak ada lagi pertumbuhan kasus baru dalam sebulan terakhir. Semua kasus positif COVID-19 yang ada sudah 100 persen sembuh dan tidak ada kematian karena COVID-19 di daerah tersebut.

"Jika sudah ada izin dari Kementerian, kami berikan kewenangan pada bupati/wali kota untuk mengambil kebijakan mengizinkan pembelajaran tatap muka. Namun, kita dilihat dulu kesiapan sekolah tersebut untuk melaksanakannya, karena harus berpedoman pada protokol kesehatan COVID-19," katanya.

baca juga: Pemprov Sumbar Akan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Dia juga mempersilakan kepada bupati dan wali kota untuk menentukan kebijakan membuka sekolah dengan metode dunia maya, atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) luring.

Sementara untuk PJJ luring, para siswa menjemput dokumen tugas ke sekolah yang ditentukan waktunya oleh guru. Tugasnya dikerjakan di rumah dan diantarkan kembali ke sekolah .

baca juga: Update COVID-19 di Sumbar per 14 Agustus, Positif 1.299, Sembuh 869, Meninggal 38

Namun seiring dengan perkembangan yang ada, sistem tatap muka dilakukan di sekolah dengan sistem pembagian shift dan jumlah kehadiran 50 persen.

"Jadwal berikutnya akan disesuaikan dengan sekolah yang bersangkutan," ucapnya.

Sementara untuk penerapan era tatanan hidup baru yang produktif dan aman pada zona oranye dan kuning tidak membolehkan memakai sistem pembelajaran tatap muka.

"Cukup melalui daring atau PJJ luring untuk tahun ajaran 2020-2021," tukasnya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir