Cerita Pesepeda Asal Pessel yang Terkesan dengan Danau Kembar Solok saat Gowes

Subchandri Ut, Ketua ISSI Pessel
Subchandri Ut, Ketua ISSI Pessel (istimewa)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Bebicara tentang hobi, tentu setiap orang memiliki pilihan masing-masing sesuai seleranya. Berbagai cara dilalui demi sebuah hobi, seperti halnya Subchandri Ut (48), yang merupakan pembalap asal Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat.

Bagi, Uut sapaan-Subchandri Ut, bersepeda merupakan sebuah olahraga yang tak bisa dilepaskan dari dirinya. Bisa menakluki berbagai tanjakan hingga medan jalan yang sulit merupakan sesuatu bonus dalam perjalanan panjangnya.

baca juga: Dua Kasus Positif di Pessel Hari Ini, Anak dan Sopir dari Perantau Asal Kambang

"Apalagi dengan ketinggian yang cukup menantang dan turunan. Itu bagi saya adalah bonusnya," ungkapnya pada KLIKPOSITIF .

Ia sendiri mulai meminati olahraga ini sudah sejak umur 13 tahun. Ketika itu, memang kendaraan motor masih belum sebanyak zaman sekarang. Berumur 13 tahun, sehari-hari, ia ke mana-mana dengan sepeda .

baca juga: Hari ini Dua Warga Pessel Terkonfirmasi Positif Covid-19

Beranjak dari kebiasaan itu, Uut- pun terus menekuninya. Hingga saat di penguruan tinggi, dan sampai menjadi seorang pembalap sepeda pada 1996, dan pernah menjadi pembalap pada event internasional Tour de Singkarak (TdS).

"Tapi sekarang tidak lagi, hanya untuk kesehatan saja," terang pria dua anak ini.

baca juga: Seorang Guru Kontak Erat dengan Pasien Positif COVID-19, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Ditutup

Dan rute yang belum pernah dilalui hanya Metawai, satu-satunya di Sumatera Barat.

Tapi, untuk gowes luar Sumatera Barat, sebut saja dari Padang ke Pakanbaru, bahkan luar Sumatera seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta sudah pernah dijajalnya.

baca juga: 24 Orang di Pessel Kontak dengan Pasien Kluster Bank Nagari Padang, Salah Satunya Guru

Namun, tetap saja dari itu semua, gowes yang paling menarik dan menantang bagi dirinya, ialah saat melakukan perjalanan di Sumbar. Karena di daerah yang memiliki keindahan ini, ia pernah melakukan gowes hingga 300 kilometer.

"Ketika itu, tahun 1995 kami gowes dari Padang- Bukittinggi-Payakumbuh-Lintau-Puncak Pato-Batu sangkar dan balik lagi ke Padang via Padang Panjang. Bahkan sampai tengah malam sampai di Padang," ujarnya.

Saat ini, selain sibuk sebagai Sekretaris Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Pessel , ia juga dipercayai memimpin Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Pessel .

Walaupun sibuk, hobi bersepeda suatu hal yang tidak bisa ditinggalkannya, meski selain sibuk mengembas tugas sebagai PNS, ia mengemban amanah sebagai seorang ayah.

"Kalau, gowes antar kota adalah merupakan rutinitas yang pasti ada minimal 2 kali dalam satu bulan dengan rekan-rekan di Padang. Sekarangpun, gowes hari minggu 50 sampai 180 kilometer rutin dengan rekan-rekan dan adik-adik junior di Painan," terangnya.

Menurutnya, bersepeda salah satu olahraga yang tidak bisa lepas dari dirinya. Apalagi, bersepeda aman dilakukan untuk siapa saja. Selain aman, pesepeda juga bisa menjelajah alam melalui jalan dengan menikmati keindahan.

Selama 14 tahun mejadi pembalap, bagi Uut gowes yang paling berkesan adalah saat melintasi Danau Kembar di Kabupaten Solok dari Padang via Solok, Muaro Paneh, Koto Anau dan Bukik Sileh. Selain memiliki rute yang tanjakan disukai pembalap, menurutnya sepanjang daerah ini juga memiliki view yang menakjubkan.

Apalagi katanya, saat telah sampai atau finish di Danau Dibawah atau salah satu dari Danau Kembar di Solok, kawasan ini juga memiliki keindahan jarang terlihat di rute lainya, seperti adanya kebun teh.

"Tapi, tentu setiap lokasi mempunyai kesan yang berbeda-beda dengan segala keunikannya, tapi bagi saya yang berkesan adalah gowes dari Padang ke Danau kembar via Solok, Muaro Paneh, Koto Anau dan Bukik Sileh," imbuhnya.

Meski saat ini, Ut sudah cukup memiliki asam garamnya dalam dua bersepada. Namun, tetap dalam dirinya memiliki mimpi yang tinggi untuk bisa mencoba yang lebih menantang lagi, seperti halnya Eropa.

Di Eropa, ia sangat bermimpi bisa menakluki pegunungan Alpen dan Pyrene di France. Karena, katanya di sini selain tanjakan dan pegunungan yang tinggi, juga ada puncak es yang belum pernah ditaklukinya.

"Mudah-mudahan suatu saat nanti diberikan rezeki dan kesempatan untuk mewujudkan keinginan tersebut," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi