Bupati Pasbar: Sejumlah Siswa Tidak Nyaman Dengan Penerapan Protokol Kesehatan

Bupati Pasaman Barat bersama Ketua DPRD Pasaman Barat saat meninjau PBM di SMP N1 Luhak Nan Duo
Bupati Pasaman Barat bersama Ketua DPRD Pasaman Barat saat meninjau PBM di SMP N1 Luhak Nan Duo (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Bupati Pasaman Barat bersama Ketua DPRD Pasaman Barat melakukan peninjauan di hari kedua Proses Belajar Mengajar (PBM) di masa pandemi COVID-19, Selasa (14/7/2020).

Menurut Bupati Pasaman Barat , Yulianto, sejumlah siswa mengaku tidak nyaman dengan sistem penerapan protokol kesehatan COVID-19 dalam PBM.

baca juga: Hasil Tracing Pasien Positif Corona di Pasbar, 58 Warga Sungai Aur Test Swab

"Saya mengetahui dari pengakuan siswa saat meninjau SMP Negeri 1 di Kecamatan Luhak Nan Duo. Tadi saya sempat bertanya kepada siswa, apakah nyaman belajar dengan cara seperti ini. Dia jawab tidak, berarti kita semua berharap PBM berjalan seperti biasa," kata Yulianto.

Meski demikian, Yulianto tetap meminta kepada majelis guru dan orangtua agar seluruh siswa tetap menggunakan protokol kesehatan COVID-19 dalam PBM di sekolah.

baca juga: Perpustakaan Nagari Sasak Masuk Nominasi Lomba Tingkat Nasional

"Siswa yang datang ke sekolah harus tetap diawasi, seperti penggunaan masker dan cuci tangan, ini demi kebaikan kita bersama," pintanya.

Yulianto juga memberikan motivasi kepada pelajar saat berada di ruangan kelas, karena tetap semangat walaupun dengan kondisi yang tidak memungkinkan.

baca juga: Audy Joinady Hadiri Tradisi Buka Ikan Larangan di Lubuk Godang Pasaman Barat

"Siapa lagi yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan ini. Saudaralah yang akan menjadi bupati, DPRD, Kepala Dinas nantinya. Saudara yang akan memimpin Kabupaten Pasaman Barat ini ke depan," jelasnya.

Sementara Ketua DPRD Pasaman Barat Parizal Hafni menyampaikan bahwa Kabupaten Pasaman Barat termasuk dalam kategori zona hijau dan di Sumatera Barat tidak banyak yang masuk ke zona hijau ini.

baca juga: Pasien Positif Corona Bertambah Dua Kasus di Pasaman Barat

"Dalam Zona hijau sekolah diperbolehkan untuk PBM tatap muka SMP dan SMA dengan sistem tatap muka di sekolah dan di rumah. Namun, tetap menggunakan protokol kesehatan COVID-19," katanya.

Dalam kunjungan peninjauan itu turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Ny Sifrowati Yulianto, anggota DPRD dari Komisi IV dan beberapa OPD terkait.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Haswandi