ES Laporkan Bupati Agam Indra Catri ke Kemendagri

Bupati Agam, Indra Catri.
Bupati Agam, Indra Catri. (KLIKPOSITIF)

KLIKPOSITIF -- Bupati Agam Indra Catri dilaporkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atas dugaan penyalahgunaan wewenang sebagai kepala daerah. Pelapornya adalah Kabag Umum Pemkab Agam, ES.

Laporan ES disampaikan ke Kemendagri Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, oleh kuasa hukumnya Iriansyah, SH., Senin (13/7). Langkah ini ditempuh ES setelah Indra Catri mengelak terlibat dalam dugaan kasus pencemaran nama baik dan ujaran kebencian menggunakan akun Facebook palsu atas nama Maryanto.

baca juga: Fauzi Bahar Ungkap Alasan Tak Jadi Maju di Pilgub Kepri

"Tim kuasa hukum ES telah melaporkan Indra Catri , mengadukan kepada Kementerian Dalam Negeri. Dalam surat tersebut kami sampaikan bahwa ada dugaan perbuatan IC melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah, pada pasal 67 huruf B dan C," ujar Iriansyah menyampaikan.

Dalam aturan itu, kata Iriansyah, kewajiban kepala daerah dan wakil kepala daerah meliputi; b. menaati seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan. c. Mengembangkan kehidupan Demokrasi.

baca juga: Gusmal Daftarkan Diri ke Poros Baru, Representasi Solok Raya?

Selain melanggar UU No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah Pasal 67 huruf b dan c, Indra Catri dan Martias Wanto juga disebut melanggar UU ASN karena menggunakan jabatan untuk kepentingan kampanye. Hal ini merujuk pada ketidaknetralan Indra Catri dan Sekda Kabupaten Agam Martias Wanto.

Iriansyah meminta pihak Kemendagri untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Bupati Indra Catri dan Sekda Agam Martias Wanto karena diduga telah menggunakan jabatan kepala daerah sebagai Bupati Agam untuk kepentingan pribadi.

baca juga: Serahkan Berkas Pendaftaran ke Poros Baru, Fauzi Bahar: Saya Siap Jadi Gubernur atau Wakil Gubernur

Bupati Agam, Indra Catri , yang dikontak KLIKPOSITIF belum memberikan komentar atas laporan ini. Tapi, sebelumnya, ES yang merupakan salah seorang tersangka kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik anggota DPR RI Mulyadi , membuat surat permohonon maaf. Dalam surat permohonan maaf tersangka ES, yang beredar luas di media sosial, menyeret nama Bupati Agam Indra Catri .

Dalam surat permohonan maaf tersebut, ES menyatakan, bahwa perbuatan tersebut saya lakukan atas perintah pimpinan saya dalam hal ini Bpk. Indra Catri yang saat ini menjabat menjabat Bupati Agam dan seluruh postingan Facebook atas nama Mar Yanto diberi persetujuan oleh Bpk. Martias Wanto selalu Sekretaris Daerah Kab. Agam sebelum di posting di akun facebook atas nama Mar Yanto.

baca juga: Berkas Perbaikan Dinyatakan Lengkap, Bawaslu Sumbar Registrasi Permohonan Sengketa Tim Fakhrizal-Genius

Bupati Agam Indra Catri membantah, pertanyaan ES tersebut. Ia mengatakan, ia menghormati langkah ES yang meminta maaf kepada Mulyadi ."Pada intinya kita serahkan kasus ini kepada penegak hukum. Bahwa tuduhan yang ditujukan kepada kami tersebut merupakan tuduhan yang tidak berdasar secara fakta hukum, karena kasus ini sedang dalam proses penyidikan oleh Polri di Polda Sumbar ," katanya di Padang, Minggu (5/7/2020). (*)

Editor: Pundi F Akbar