PAD Kota Payakumbuh dari Parkir Diprediksi Menurun Sampai 50 Persen

Kondisi parkir di bawah kanopi Pasar Pusat Payakumbuh, beberapa waktu lalu.
Kondisi parkir di bawah kanopi Pasar Pusat Payakumbuh, beberapa waktu lalu. (KLIKPOSITIF/Ade Suhendra)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Aplima Danar mengungkapkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) retribusi parkir diprediksi mengalami penurunan signifikan sampai 50 persen dari target awal, yaitu Rp2,4 miliar.

Penurunan PAD parkir itu adalah dampak dari pandemi COVID-19 yang mulai masuk ke Kota Payakumbuh awal April.

baca juga: Ini Sejumlah Persoalan di PDAM Payakumbuh yang Mesti Dibenahi

"Selama COVID-19 dari awal April sampai akhir Juni lalu diperkirakan tidak sampai Rp1 M yang terpungut, hanya sekitar Rp750 juta sampai Rp800 juta yang bisa terpungut," kata Aplima, Kamis (16/7).

Diakui Aplima, tercapai atau tidaknya target PAD yang sudah ditetapkan akan bergantung terhadap situasi penyebaran COVID-19 pada Agustus sampai Desember 2020.

baca juga: Fraksi Demokrat DPRD Payakumbuh Tolak Wacana Pembangunan Masjid Agung di Pakan Sinayan

"Mudah-mudahan pendapatan kita bisa kembali naik seiring dengan semakin berkurangnya COVID-19," katanya.

Selain PAD dari retribusi parkir, Dishub juga memiliki sumber pemasukan PAD lainnnya, yaitu retribusi parkir, retribusi terminal Tipe C, retribusi uji KIR, dan retribusi persampahan.

baca juga: Warga Acuh dengan Protokol Kesehatan COVID-19, Wako Payakumbuh Ingatkan Hal Ini

"Pandemi COVID-19 ini memang berpengaruh signifikan terhadap PAD kita di Payakumbuh . Memasuki masa new normal semenjak awal Juli, PAD mulai meningkat walaupun diprediksi tidak akan tercapai 100 persen," terangnya.

Mulai masuknya periode new normal di Kota Payakumbuh semenjak beberapa waktu lalu membuat roda perekonomian di daerah tersebut kembali berputar. Tidak hanya sektor swasta, sektor PAD juga mulai merangkak naik. (*)

baca juga: Tak Menggembirakan, Hewan Kurban di Payakumbuh Menurun, Persentase Betina yang Disembelih Meningkat

Editor: Taufik Hidayat