Diduga Palsukan BBM Jenis Bensin, Polda Sumbar Amankan Seorang Pria di Pariaman

Jumpa Pers di Mapolda Sumbar
Jumpa Pers di Mapolda Sumbar (Humas Polda Sumbar)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumbar menggerebek sebuah gudang di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Gudang tersebut diduga memalsukan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (Bensin) serta melakukan penyimpanan dan niaga tanpa izin usaha BBM jenis minyak tanah.

Dalam kasus ini, Ditreskrimsus Polda Sumbar telah menetapkan seorang pria berinisial I (36) sebagai tersangka. Diketahui tersangka beralamat di Kelurahan Ujung Batung, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

baca juga: Angin Kencang Sejak Sore Hingga Malam Kemarin, 7 Pohon Tumbang 1 Mobil Tertimpa

Dalam pengungkapan kasus ini, petugas menyita barang bukti 5 tedmon isi 1.000 liter bensin, 7 jerigen isi 35 liter bensin, 1 jerigen minyak tanah isi 20 liter minyak tanah, 3 unit pompa air dan 3 botol pewarna cair. Kemudian, 2 karung bubuk penjernih, 4 karung pewarna bubuk serta 1 unit sepeda motor.

Selanjutnya, 2 unit kalkulator, 1 unit corong, 1 unit alat penakar, 5 buku catatan penjualan, uang sebesar Rp2,4 juta lebih, 1 unit handphone dan 3 unit drum berisi minyak tanah.

baca juga: 7 Bulan Dirawat di Jeddah, Jemaah Haji Asal Indonesia Hj Culan yang Menjadi Korban Mina Dipulangkan ke Tanah Air

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, kasus tersebut diungkap pada Rabu (27/5/2020) lalu, atas informasi masyarakat yang didapat di lapangan.

"Ada kegiatan dugaan tindak pidana meniru atau memalsukan BBM jenis bensin dan melakukan penyimpanan dan niaga BBM tanpa izin usaha," katanya saat jumpa pers di Mapolda Sumbar, Kamis (16/7/2020).

baca juga:

Satake menambahkan, tersangka I sebagai pemilik BBM jenis bensin dan minyak tanah diduga telah melakukan perbuatan tindak pidana.

"Pasal yang disangkakan kepada I, Pasal 54 dan Pasal 53 huruf c dan d Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," ujarnya.

baca juga:

"Untuk pasal 54 dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp60 miliar dan untuk pasal 53 huruf c dan d dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun penjara dan denda paling banyak Rp30 miliar," pungkasnya kemudian.

Editor: Muhammad Haikal