BNNK Payakumbuh Gelar Raker Program P4GN di Lingkungan Masyarakat

Raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, Kamis 16 Juli 2020 di Hotel Mangkuto.
Raker Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, Kamis 16 Juli 2020 di Hotel Mangkuto. (Ade Suhendra)
PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF -

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh gelar Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat, Kamis 16 Juli 2020 di Hotel Mangkuto. Kegiatan ini dikuti sebanyak 30 peserta dari berbagai organisasi masyarakat dan perwakilan beberapa media di Payakumbuh serta Lima Puluh Kota.

AKBP Sarminal mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif dan kepedulian terhadap masalah narkoba , terjalinnya komunikasi, koordinasi, dan jejaring kerja dengan stakeholder. Ia menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan untuk pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba di Payakumbuh .

baca juga: Terganggu Pandemi COVID-19, Sejumlah Program Kejari Payakumbuh Harus Disesuaikan

"Mulai dari sosialisasi keberbagai elemen masyarakat, sekolah, kantor Pemerintah, kelompok masyarakat, pembentukan relawan anti narkoba , hingga tes urine telah kami lakukan. Kita tahu sanksi adat itu ada, saya lihat di Bali, sanksi adatnya kuat. Pemdanya membantu miliaran dan catinnya wajib tes urine, ini salah satu upaya dalam pencegahan narkoba dan setiap masuk sekolah di Bali wajib tes urine," ujarnya.

Ia menambahkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh terkait tes urine bagi calon pengantin. Kemudian BNNK Payakumbuh melakukan koordinasi dan kerjasama dengan organisasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap Narkoba di Kota Payakumbuh .

baca juga: Kurban Rendang Perdana Dinilai Sukses, Wako Payakumbuh Targetkan Lebih Banyak Sapi Tahun Depan

"Kita juga akan sampaikan kepada Kemenag bagimana Catin itu dilakukan tes urine dan memang kita punya perda terkait narkoba , Sayang Perwakonya belum ada. Harapannya adalah penyalahgunaan narkoba di Payakumbuh dan sekitarnya dapat di minimalisir," kata AKBP Sarminal.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh Khairul Kayo meminta Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi secepatnya mengeluarkan Perwako terkait narkoba . Sehingga aturan Perda yang sudah disahkan DPRD dapat diterapkan atau dilaksanakan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Payakumbuh .

baca juga: Polres Bukitinggi Musnahkan 11 Kilogram Ganja Kering

"Kita meminta Perwako bisa secepatnya dikeluarkan sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Payakumbuh lebih maksimal. Sebab kita tahu bahwa banyak penyalahgunaan lem oleh generasi muda saat ini dan melalui perwako ini harus juga diatur terkait sanksi penyalahgunaan lem ini," katanya.

Secara terpisah, Staf Ahli Pemerintah Daerah Elfriza Zaharman, salah seorang narasumber dalam Rapat Kerja Program pemetaan ini menyebut sudah mengkoordinasikan terkait Perwako ini dengan instansi terkait. Kemudian ia menyampaikan agar semua elemen masyarakat ikut dalam upaya pencegahan peredaran gelap narkoba

baca juga: Belasan Paket Besar Ganja Kering Dimusnahkan di Pasaman

"Slogan tanpa narkoba itu keren ini cukup bagus. Yang penting itu perjanjian kerjasama dengan dinas terkait, OKP, Ormas dan organisasi masyarakat lainnya dan saya sudah kontak instansi terkait untuk perwako, dan kita minta maaf agak terlambat perwakonya," ujar mantan Kadisparpora Payakumbuh ini didampingi Ketua LKAAM Kota Payakumbuh , Wirianto Dt.Paduko Baso Marajo.

Penulis: Ade Suhendra | Editor: Rezka Delpiera