Musyorkab Kabupaten Solok Diwarnai Aksi WO Sejumlah Perwakilan Cabor, Ada Apa?

Sekretaris Futsal, Riki Rizo Namzah menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Musyorkab Kabupaten Solok
Sekretaris Futsal, Riki Rizo Namzah menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Musyorkab Kabupaten Solok (Klikpositif)

SOLOK , KLIKPOSITIF - Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Kabupaten Solok yang dilangsungkan, Sabtu (18/7/2020) di Arosuka diwarnai aksi Walk Out (WO) oleh sejumlah perwakilan cabang olahraga peserta.

Aksi WO dipicu adanya indikasi pelanggaran yang dinilai oleh sejumlah pengcab sudah di setting dari awal. Sebelum WO, perwakilan 9 cabang menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Musyorkab kabupaten Solok .

baca juga: Jelang MotoGP 2021, Joan Mir Minta Suzuki Tingkatkan Dua Faktor di Motornya

"Kami menilai banyak kejanggalan dalam Musyorkab kabupaten Solok yang melanggar AD/ART KONI , dan terindikasi sengaja dilakukan untuk menjegal calon lain," ungkap sekretaris Cabor Futsal, Riki Rizo Namzah.

Secara administratif, ungkapnya, setidaknya undangan Musyorkab sudah harus diterima oleh cabang 14 hari jelang pelaksanaan. Namun pada kenyataannya, cabang baru menerima undangan pada 7 Juli 2020. Itupun melalui pesan WhatsApp.

baca juga: Bos Repsol Honda Ragu Marquez Tampil di Balapan Perdana MotoGP 2021

Selain itu, sesuai aturan, bahan tertulis baik itu Draft Tata Tertib, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan lainnya semestinya sudah diterima 7 hari oleh peserta sebelum musyawarah.

"Terkait verifikasi calon ketua umum KONI Kabupaten Solok sampai tanggal musyorkab tidak diberitahu apakah lolos verifikasi atau tidak, kami menilai ini ada kecurangan," terangnya.

baca juga: Bertambah 16 Orang, Kasus Covid-19 di Kota Solok Capai 351

Secara keseluruhan pihaknya menolak keras terhadap proses Musyorkab dan hasilnya, dirinya meminta proses Musyorkab diulang kembali dan mengacu penuh terhadap aturan dalam AD/ART KONI .

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Solok , Madra Indriawan yang ikut WO mengaku tidak pernah dilibatkan dalam hal Musyorkab. Padahal AD/ART, untuk pembentukan panitia perlu dilakukan melalui pleno KONI .

baca juga: Pemain Sepakati Pemotongan Gaji, Barcelona FC Terhindar dari Kebangkrutan

"Dalam pembentukan panitia Musyorkab KONI Kabupaten Solok , tidak ada mekanisme soal pleno, saya sebagai Sekum tidak mengetahui adanya proses ini, ini sudah melanggar aturan," tutupnya.

Sebelum aksi WO, Musyorkab juga sempat diwarnai aksi ketegangan. Puncaknya soal draft tatib terkait syarat calon ketua KONI Kabupaten Solok . Usai menyampaikan mosi tidak percaya, perwakilan langsung mengambil kembali berkas dukungan dan keluar ruangan.

Penulis: Syafriadi | Editor: Eko Fajri