30 Tahun Jadi Guru, Mon Eferi Juga Abdikan Diri Sebagai Aktivis Kemanusiaan di Pasbar

Guru Mon Eferi (bertopi) bersama Ketua Kolaboraksi Kemanusiaan Pasaman Barat, Decky H Saputra saat menyerahkan bantuan kursi roda dari sumbangan umat
Guru Mon Eferi (bertopi) bersama Ketua Kolaboraksi Kemanusiaan Pasaman Barat, Decky H Saputra saat menyerahkan bantuan kursi roda dari sumbangan umat (Istimewa)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Profesi seorang guru adalah pekerjaan yang mulia yang patut diacungi jempol. Apalagi jika dibarengi dengan kegiatan kemanusiaan yang selalu membantu warga kurang mampu.

Seperti hal nya yang dilakukan oleh salah seorang guru SMAN 1 Pasaman, Kabupaten Pasaman yakni Drs. Mon Eferi, M.M.S. Mungkin nama nya sudah tak asing lagi dikalangan kaum yang pernah menerima sentuhan kegiatan kemanusiaannya.

baca juga: Jalan Provinsi di Agam Tertutup Longsor, Akses Dialihkan

Guru asal tanah kelahiran Bukittinggi ini sudah tak terhitung lagi kontribusi dan kiprahnya di dunia pendidikan SMAN 1 Pasaman sebagai guru Biologi. Sudah 30 tahun memberikan kontribusi keilmuan melalui keaktifannya mengajar.

Di usia nya yang sudah tak muda lagi ia mendedikasikan dirinya sebagai aktivis kemanusiaan di Pasaman Barat. Saat ini ia menjadi Ketua MRPB Peduli sejak 2017 hingga sekarang.

baca juga: Angin Puting Beliung Rusak 5 Rumah di Agam, Atap Beterbangan

MRPB Peduli ini merupakan perkumpulan relawan yang bergerak dalam misi kemanusiaan yang didirikan dengan tujuan untuk membantu sesama seperti fakir miskin, kaum dhuafa, lansia dan anak yatim.

"Saya menjadi warga Kabupaten Pasaman Barat sejak tahun 1990, saat itu masih Kabupaten Pasaman. Lebih dari separoh hidup saya bisa dikatakan hidup di Pasaman Barat," katanya.

baca juga: Ada 2 TBM di Satu RT Untuk Kembangkan Potensi Anak di Padang Panjang

Ia menjelaskan, sejak dirinya diangkat menjadi guru dan ditugaskan di Pasaman Barat dirinya sudah merasa menjadi bagian orang Pasaman Barat. Bahkan berangkat dari situ dia tidak ingin membangun dalam dunia pendidikan saja.

"Itu kan program dinas yang bersifat formal, sementara saya melihat persoalan masyarakat itu banyak, maka dasar itu juga saya bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan," jelasnya.

baca juga: Diduga Aniaya Warga, Ketua DPD Gerindra Tegur Ketua DPRD Pasbar

Ia menilai Pasaman Barat itu daerah yang masih baru dan ingin ikut serta membangun dalam bidang sumber daya manusia. Sementara di daerah lain itu guru-guru yang telah berkiprah sudah banyak.

"Saya lebih senang di Pasaman Barat dan menerima tantangan untuk bergerak dalam bidang kemanusiaan. Memang daerah sudah lepas dari daerah tertinggal, namun saya melihat belum secara keseluruhan," ungkapnya.

Menurutnya kemajuan pembangunan di Pasaman Barat belum terlihat secara signifikan seperti angka kemiskinan yang menurun dan angka kesejahteraan meningkat.

Bahkan setiap hari gerakan kemanusiaan yang diketuai menerima laporan baik dari relawan begitu juga dari masyarakat itu sendiri tentang kehidupan masyarakat yang hidup dalam kondisi memprihatinkan seperti tempat tinggal yang tidak layak huni.

Selain itu, kemampuan dari orang tua murid yang tidak mampu membiayai untuk melanjutkan anak-anak nya sekolah, sehingga anak-anak itu putus sekolah. Bahkan yang ironis nya, ada yang tidak tamat sekolah dasar karena sulitnya perekonomian.

"Bagaimana kita mengatakan daerah ini terlepas dari daerah terisolir, jika realitanya masih banyak ditemukan warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan," terangnya.

Sejauh ini kegiatan yang diketuainya telah melakukan aktivitas kemanusiaan seperti membantu biaya perobatan, modal usaha, biaya pendidikan, dan bedah rumah serta mengirimkan bantuan ke Palestina, Suriah dan Rohingya.

Sedangkan dana dari kegiatan itu dihimpun dari sumbangan masyarakat yang bersifat tidak tetap. Namun terus mengalir sumbangan dari donatur yang kebanyakan dari para pedagang.

Meski bantuan dari donatur tidak tetap masuknya ke rekening kemanusiaan yang diketuainya, ia dan relawan lainnya akan berupaya semaksimal mungkin membantu setiap laporan yang diterima mereka.

"Kita akan berupaya membantu setiap laporan yang masuk, meski kas kita kosong, kita akan menggalang dana agar tetap bisa membantu. Insha Allah sejauh ini semua bisa kita bantu dan jika dihitung sudah ribuan masyarakat yang terbantu," ujar bapak empat anak itu.

Ia menuturkan, sejak berdirinya MRPB Peduli Pasaman Barat pada Januari 2017 lalu sudah ada sekitar 20 nama gerakan kemanusiaan lokal yang berdiri di nagari-nagari yang ada di Pasaman Barat untuk saling bersinergi demi kemaslahatan umat.

"Selain organisasi lokal, ada organisasi nasional dan internasional yang ikut dalam kegiatan kemanusian kita di Pasaman Barat. Semua nya saling bersinergi dan kita dipercaya sebagai pembina dan koordinator dalam hal itu," tuturnya.

Dengan telah berdiri nya organisasi organisasi kemanusiaan hampir diseluruh kecamatan yang ada di Pasaman Barat, ia melihat kebangkitan pemuda untuk gerakan kemanusiaan terlihat didepan mata.

"Saya berharap pemuda-pemuda Pasaman Barat yang bergabung dalam relawan kemanusiaan terus bertambah dan bisa menjadi pemuda yang peduli terhadap sesamanya," harap guru biologi SMAN 1 Pasaman itu.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Eko Fajri