Pemkab Pasbar Minta Masyarakat Tidak Sembelih Hewan Kurban Betina Produktif

Poto hewan kurban
Poto hewan kurban (Irfansyah Pasaribu)

PASBAR , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melarang masyarakat untuk menyembelih hewan kurban berjenis kelamin betina yang produktif.

"Penyembelihan atau pemotongan ternak sapi betina ada sanksi hukum pidananya," sebut Kepala Dinas Tanaman Pangan Hoktikultura Dan Pertenakan Pasaman Barat , Sukarli didampingi Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dr. Doddy San Ismail, Senin (20/7/2020).

baca juga: Kunjungi Nagari Katiagan, Ini Kata Calon Wakil Bupati Pasbar

Ia mengatakan, larangan penyembelihan ternak sapi betina produktif tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4).

"Dalam aturan undang-undang itu sudah jelas menyebutkan setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif," katanya.

baca juga: Ini Pandangan Tokoh Masyarat Terhadap Paslon Yulianto - Syafrial

Untuk ia menegaskan dalam hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah nanti tidak ada hewan ternak betina yang dijadikan sebagai hewan kurban .

Ia kembali menjelaskan, meski demikian ada hewan ternak yang boleh untuk disembelih seperti hewan ternak yang tidak bisa lagi produktif. Sedangkan saat ini untuk jumlah hewan kurban jenis Sapi yang tercatat ada sekitar 1.500 ekor.

baca juga: Heboh, Jasad Bayi Ditemukan di Batang Biyu Pasbar

Sementara untuk penyakit hewan seperti penyakit antraks pada sapi hingga saat ini belum ada kasus ditemukan di Kabupaten Pasaman Barat .

"Alhamdulillah untuk penyakit antraks pada ternak sapi, belum ada ditemukan kasusnya di Pasaman Barat ," terangnya.

baca juga: Kampanye, Paslon Erick Hariyona - Syawal Prioritaskan Pendidikan dan Agama

Selain itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti tata cara hewan yang akan dikurbankan seperti hewan yang benar-benar sehat dan menyembelih hewan dengan menggunakan pisau yang tajam.

"Pisau harus benar-benar tajam, sehingga hewan tidak merasa tersiksa dan gunakan teknik perebahan hewan yang baik saat hendak menyembelih," harap Sukarli.

Penulis: Irfansyah Pasaribu | Editor: Rezka Delpiera