Keberatan dengan Rekapitulasi Verfak, Jon Matias: KPU dan Bawaslu Solsel Tidak Profesional

Komisioner KPU Solsel menandatangani Berita Acara Rekapitulasi disaksikan Balon Bupati Solsel Jon Matias
Komisioner KPU Solsel menandatangani Berita Acara Rekapitulasi disaksikan Balon Bupati Solsel Jon Matias (Kaka)

Pasangan Jon Matias Keberatan Dengan Rekapitulasi hasil Verfak KPU Solsel

SOLSEL , KLIKPOSITIF -Pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati Solok Selatan ( Solsel ) dari Jalur perseorangan Jon Matias-Jufrial menyatakan keberatannya terhadap rekapitulasi hasil verifikasi faktual dukungan calon perseorangan yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solsel dalam rapat pleno terbuka selasa, 21 Juli 2020.

baca juga: Kumpulkan Kepala OPD di Rumah Dinas, Pjs Bupati Solsel Jasman Rizal Gelar Rapat Tengah Malam

Jon Matias yang hadir langsung dalam rapat pleno terbuka tersebut mengatakan petugas KPU dan Bawaslu tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Dia mengungkapkan salah satu bentuk tidak profesional tersebut adalah jadwal verifikasi faktual yang tidak dilakukan sesuai jadwal.

baca juga: KPU Pasbar Imbau Paslon untuk Taati Aturan Selama Kampanye

"Jadwal verifikasi faktual dari tanggal 24 Juni sampai 12 Juli, KPU baru melakukan verifikasi faktual pada 29 Juni," katanya

Dalam kasus ini katanya, Bawaslu diam dan tidak melakukan tindakan terhadap kelalaian tersebut.

baca juga: Cabup Petahana di Pasbar Janji Perbaiki Jalan jika Terpilih Jadi Bupati

"Masa harus dilaporkan dulu baru diambil tindakan. Padahal tanpa dilaporkan semestinya ini bisa menjadi temuan Bawaslu," katanya.

Dia melanjutkan pihaknya juga mendengar kekhawatiran Bawaslu verifikasi faktual tidak tuntas sesuai jadwal seperti diberitakan salah satu stasiun televisi sampai tanggal enam Juli verifikasi faktual baru 48 persen.

baca juga: Jaga Kebugaran di Tengah Pandemi, PWI Solsel Gelar Laga Persahabatan dengan PT SEML

Disisi lain imbuhnya, KPU melakukan verifikasi faktual sampai tanggal 10 Juli, sedangkan tanggal 11 dan 12 adalah waktu yang digunakan LO mendatangkan pendukung yang tidak ditemukan di alamat oleh verifikator ke TPS.

"Masa iya, dalam empat hari tuntas melakukan verifikasi 52 persen sisa dukungan," katanya.

Dia menambahkan selain hal tersebut masih banyak lagi kejanggalan dalam pelaksanaan verifikasi faktual tersebut.

"Masih banyak lagi kejanggalan yang kami temukan, setelah berita acara ini kami pelajari, akan disampaikan keberatan tertulis termasuk kemungkinan PTUN," jelasnya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Rezka Delpiera