Dituding Tidak Profesional, Ini Kata KPU dan Bawaslu Solsel

Ketua KPU Solsel Nila Puspita menyerahkan Berita Acara Rekapitulasi ke Balon Bupati Solsel Jon Matias
Ketua KPU Solsel Nila Puspita menyerahkan Berita Acara Rekapitulasi ke Balon Bupati Solsel Jon Matias (Kaka)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Ketua KPU Solok Selatan ( Solsel ) Nila Puspita menegaskan pihaknya telah melakukan verifikasi faktual secara profesional dan sesuai peraturan yang berlaku.

Dia menjelaskan verifikasi faktual mendatangi pendukung bakal calon baru dilakukan tanggal 29 Juni karena ada proses yang dilalui dari tanggal 24 hingga 29 Juni tersebut.

baca juga: Untuk ASN dan Pejabat selama Pilkada, Jasman: Kalau Tidak Netral, Maaf Saya Tidak Bisa Menolong

"Karena suasana pandemi ada persiapan yang dilakukan, verifikator terlebih dahulu menjalani serangkaian tes, harus dipastikan aman sesuai protokol kesehatan," kata Nila

Kemudian imbuhnya, ada proses penyerahan data yang akan diverifikasi faktual dari KPU ke PPK hingga sampai ke PPS.

baca juga: Bawaslu Lima Puluh Kota Akan Tertibkan APK Paslon Pilkada

Dia melanjutkan terhadap progres capaian verifikator di lapangan pihaknya selalu memantau perkembangannya." Ada target masing-masing verifikator, termasuk menambah jumlah verifikator yang melakukan verifikasi faktual," katanya.

Komisioner Divisi Teknis Wilson Chaniago menambahkan pihaknya memperlakukan sama dalam verifikasi faktual dengan mendatangi orang sesuai alamat dalam KTP yang diserahkan.

baca juga: Sekolah Tatap Muka di Solsel Ditiadakan, Pelajar yang Belum Dapat Kuota Internet Gratis Diminta Melapor

Bahkan katanya, saat melakukan verifikasi faktual di lapangan pihaknya tidak serta merta memberikan kode Tidak Memenuhi Syarat (TMS) terhadap pendukung yang diketahui telah meninggal dunia.

"Pendukung yang diketahui sudah meninggal dunia, kan tidak bertemu saat ditemui di lapangan, tidak langsung TMS, disampaikan dulu ke LO untuk menghadirkan, kalau tidak ada baru TMS," katanya.

baca juga: Jasman : Jadi Pejabat Di Solsel Harus Tinggal dan Menetap, Kalau Tidak Mundur Saja

Hal itu imbuhnya, karena sebagai penyelenggara pihaknya tidak ingin merugikan pasangan calon ataupun hak politik seseorang.

Sementara itu Bawaslu Solsel melalui Divisi pengawasan Ade Kurnia Zeli mengatakan pihaknya telah melakukan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

"Kami sudah bekerja sesuai tupoksi, namun, sebagai penyelenggara tentu akan ada pihak yang merasa tidak puas, kalau pasangan bakal calon merasa keberatan sampaikan saja secara tertulis nanti kami tindak lanjuti," ujarnya.

Sebelumnya, Pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati Solok Selatan ( Solsel ) dari Jalur perseorangan Jon Matias-Jufrial menyatakan keberatannya terhadap rekapitulasi hasil verifikasi faktual dukungan calon perseorangan yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solsel dalam rapat pleno terbuka selasa, 21 Juli 2020.

Jon Matias yang hadir langsung dalam rapat pleno terbuka tersebut mengatakan petugas KPU dan Bawaslu tidak profesional dalam menjalankan tugasnya.

Penulis: Kamisrial | Editor: Rezka Delpiera