TNI Gadungan Berpangkat Kolonel Dibekuk Polisi di Padang Pariaman

Kolonel Gadungan (baju oranye) di Mapolda Sumbar
Kolonel Gadungan (baju oranye) di Mapolda Sumbar (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengamankan pelaku dugaan penipuan . Pelaku dugaan penipuan tersebut bernama Arik Day Chandra alias Erik, dalam aksinya Erik mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Darat

berpangkat kolonel yang dinas di Mabes TNI.

baca juga: Polda Sumbar Mulai Vaksinasi Covid-19, 10.441 Anggota Akan Disuntik

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, dengan mengaku sebagai anggota TNI AD, tersangka berupaya meyakinkan korban bisa membantu mutasi menantu korban dari Kodam VI Mulawarman Kalimantan Selatan ke Kodam I Bukit Barisan Sumatera Utara.

"Kejadiannya berawal pada Februari 2016 lalu. Korban yang percaya menyepakati dengan mengirimkan sejumlah uang sebesar Rp252 juta," katanya di Mapolda Sumbar, Rabu (22/7/2020).

baca juga: Seekor Buaya Muncul di Pantai Batang Gasan Padang Pariaman, Polisi Amankan TKP

Satake menambahkan, namun setelah uang diserahkan, menantu korban hingga saat ini tidak dimutasi sesuai yang dijanjikan Erik. Merasa dirugikan oleh Erik, korban lalu melapor ke Mapolda Sumbar dengan laporan polisi Laporan polisi nomor : LP/85/IV/2019/SPKT Sbr tentang dugaan tindak pidana penipuan tanggal 8 April 2019.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar , melakukan melakukan penyelidikan. Begitu mendapatkan informasi keberadaan Erik di Kayu Tanam, Padang Pariaman dan melakukan penangkapan terhadap pelaku pada Senin (13/7/2020)," ujarnya. Pelaku saat ini sudah ditahan di Rutan Polda Sumbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

baca juga: Dua Anggota Teroris MIT Tewas Baku Tembak di Poso

Sementara itu, Panit II Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar Iptu Nedrawati menambahkan, korban dan tersangka hanya kenal lewat handphone. Cara tersangka meyakinkan korban hanya dengan mengirimkan photo berkaus warna hijau seolah-olah seperti anggota TNI AD.

"Total uang yang dikirim sebanyak Rp252 juta dikirim dalam 4 kali transfer dari rekening korban ke rekening tersangka, dengan rincian Rp20 juta, Rp50 juta, Rp70 juta dan Rp12 juta selama tahun 2016," ujarnya.

baca juga: Diseruduk Truk, Satu Penumpang Gran Max Meninggal Dunia di Pessel

Sementara itu, untuk barang bukti, kita amankan buku tabungan korban dan tersangka, bukti transfer dan screenshot percakapan melalui pesan singkat.

Editor: Muhammad Haikal