Jual Dua Gadis Muda, Seorang Muncikari Dibekuk Polisi di Padang

Press Release Kasus Ekploitasi dan Perdagangan Orang di Mapolda Sumbar
Press Release Kasus Ekploitasi dan Perdagangan Orang di Mapolda Sumbar (Ist)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Seorang muncikari diamankan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) di sebuah hotel di Kota Padang, Sabtu (18/7/2020) lalu. Diketahui muncikari tersebut, berinisial DEP (26) warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Kampung Pondok, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu mengatakan, DEP diduga telah melakukan tindak pidana ekploitasi dan perdagangan orang . Ia diamankan berdasarkan penyelidikan yang merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat.

baca juga: Miris, Hanya Kerena Hal Ini Seorang Suami di Solsel Tega Suruh Istrinya Jual Diri dan Minta Rekaman

"Saat dilakukan penangkapan diamankan dua orang perempuan yang berusia 16 tahun dan 19 tahun di kamar hotel yang berbeda. Dua perempuan tersebut mengaku disuruh DEP untuk melayani tamu (lelaki hidung belang) dengan iming-iming imbalan uang," katanya di Mapolda Sumbar, Selasa (22/7/2020).

Setelah, mengamankan DEP dan dua perempuan tersebut, ketiganya langsung dibawa ke Mapolda Sumbar dan dimintai keterangan dalam bentuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

baca juga: Anak SD Dijual ke Pria Hidung Belang Via MiChat, Begini Modusnya

"Setelah dilakukan pemeriksaan, DEP langsung dilakukan penahanan badan. Sementara, dua perempuan yang di ekploitasi tersebut dititipkan di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi Kabupaten Solok untuk dilakukan rehabilitasi," ujarnya.

Satake menambahkan, barang bukti yang diamankan dalam kasus ini berupa, uang sebesar Rp1 juta, 2 unit handphone, 2 kartu seluler, 1 buah alat kontrasepsi, 1 sarung kunci kamar hotel dan 1 kartu kunci kamar hotel.

baca juga: Kapolri diminta Tindak Tegas Perusahaan yang Berangkatkan PMI secara Unprosedural

Panit I Subdit IV Ditreskrimum Polda Sumbar Ipda Doni Rahmadian menambahkan, pasal yang dilanggar oleh DEP yakni Pasal 2 Jo Pasal 17 Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana perdagangan orang dengan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan ditambah 1/3 dari ancaman hukuman pidana dikarenakan korban merupakan anak.

"Dan atau pasal 88 Jo Pasal 76 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun," ujarnya.

baca juga: Sejumlah Artis Dipanggil Polisi Terkait Prostitusi Online, Siapa Saja?

Editor: Muhammad Haikal