Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Pastikan Ketersedian Sapi Jantan untuk Kurban

Ilustrasi.
Ilustrasi. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh , Depi Sastra mengungkapkan, sebanyak 22 tauke hewan ternak di daerah tersebut siap memasok kebutuhan sapi jantan untuk kebutuhan kurban warga.

Depi Sastra menjelaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para tauke tersebut tetkait larangan menyembelih hewan ruminansia produktif yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Atas UU tersebut, Mabes Polri sudah mengadakan MOU dengan Kementerian Pertanian.

baca juga: Baliho Paslon Pilkada Sudah Bertebaran, Bawaslu Sumbar: Itu Bukan APK Resmi dan Akan Ditertibkan

Di dalam undang-undang itu disebutkan, hewan ruminansia besar seperti sapi dan kerbau, dan ruminansia kecil seperti kambing dan domba yang masih produktif dilarang keras untuk di sembelih. Pada pasal 86 diatur sanksi pidana paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun, dan denda paling sedikit Rp100.000.000 dan paling banyak Rp300.000.000.

"Mereka (tauke di Payakumbuh ) sudah kita sosialisasikan sejak beberapa tahun lalu, hingga sekarang kabar baiknya mereka sanggup memasok sapi jantan. Jumlah tauke yang terdata di kami berjumlah 22 orang," kata Depi Sastra, beberapa waktu lalu.

baca juga: Update COVID-19 di Lima Puluh Kota, 11 Sembuh dan 6 Positif

Berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, jumlah sapi jantan yang disembelih sebagai hewan kurban di daerah tersebut mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Pada 2017 lalu, jumlah sapi jantan yang disembelih sebagai hewan kurban hanya 6 ekor dan sapi betina sebanyak 1.456 ekor. Setahun berselang, jumlah sapi jantan yang disembelih meningkat menjadi 141 ekor dan betinanya 1.760 ekor.

baca juga: Bawaslu Payakumbuh Ajak Masyarakat untuk Ikut Berpartisipasi Dalam Pengawasan Pilkada

Selanjutnya, pada 2019 lalau, setelah dilakukan sosialisasi secara persuasif oleh Baharkam Polri dan dinas kepada panitia kurban, telah terjadi peningkatan penyembelihan sapi jantan menjadi 538 ekor dan 1.041 ekor lainnya merupakan sapi betina.

"Untuk target kita tahun ini tentu saja peningkatan kepada persentase sapi kurban jantan yang disembelih," terangnya.

baca juga: Indeks Kerawanan Pemilu Sumbar Tertinggi Nasional, Bawaslu Siapkan Strategi Pengawasan

Sebelumnya, Wali Kota Payakumbuh , Riza Falepi juga sudah mengimbau warganya untuk menyembelih hewan jantan untuk dikurbankan. Meskipun secara harga lebih mahal, tapi sesuai aturan yang ada, menyembelih hewan betina produktif itu telah dilarang dan untuk beribadah tentu sudah semestinya mengikuti seluruh aturan yang ada.

"Kalau untuk menjalankan syariat agama kenapa harus berhitung. Tujuannya agar menjaga ketersediaan daging dan kelestarian sapi lokal, ini niatnya kan ibadah, jangan sampai melanggar hukum, kan undang-undangnya sudah ada," kata Riza.(*)

Editor: Taufik Hidayat