Stok Hewan Kurban di Kabupaten Solok Cukup untuk Idul Adha 2020

SOLOK, KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Solok memastikan stok untuk kebutuhan hewan kurban pada momen hari raya Idul Adha 2020 cukup.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Si Is mengatakan, pihaknya memperkirakan, permintaan hewan kurban tahun ini sedikit menurun dibanding tahun lalu, karena adanya wabah Covid-19.

baca juga: Ketua Bawaslu Kabupaten Solok Lantik PAW Ketua Panwascam Pantai Cermin

"Prediksi kita, kebutuhan hewan kurban tahun ini sedikit menurun, ekonomi masyarakat sangat terdampak oleh wabah dan mempengaruhi kemampuan berkurban," terangnya.

Dijelaskannya, pada 2019, ada lebih kurang 2988 ekor ternak yang di kurbankan oleh masyarakat Kabupaten Solok . Paling banyak ternak sapi dengan jumlah mencapai 2583 ekor.

baca juga: Mantan Bupati Solok Dukung Epyardi Asda-Jon Pandu di Pilkada 2020, Ini Alasannya

Dijelaskannya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kebutuhan sapi untuk Idul Adha di Kabupaten Solok selalu terpenuhi, bahkan surplus. Kendati demikian, pihaknya terus menggalakkan program Sapi Induk Wajib Bunting (SIWAB).

Diakuinya, masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya menjaga produksi sapi. Terutama dengan tidak memotong sapi betina usia produktif.

baca juga: Dodi Hendra, Anggota DPRD Solok yang Peduli Warga Terdampak Pandemi Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Ratusan APK

"itulah permasalahan kita saat ini, saat hari besar Islam, kita bersama kepolisian selalu memeriksa pasar ternak di Muarapanas, dan mensosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Dinas Pertanian juga terus melakukan pembinaan kepada peternak tentang budidaya dan cara yang baik dalam pemberian pakan ternak. Petugas kesehatan hewan juga terus memantau dan memeriksa kesehatan hewan ternak ke lapangan.

baca juga: Langgar Kode Etik, Ketua Panwascam Pantai Cermin Diberhentikan

Untuk memastikan kesehatan sapi kurban, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan, baik ke pasar maupun ke sentra peternakan sapi. Terutama pasar Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi.

Bidang kesehatan hewan (Keswan) akam terjun langsung untuk melihat kualitas daging hewan, dalam hal uji kelayakan konsumsi. karena soal kesehatan hewan ternak yang bakalan dikurban ini sangat penting untuk diadakan pemeriksaan.

Pihaknya akan menyiagakan tujuh orang dokter hewan dan 15 tenaga medis untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan dijadikan kurban di 14 kecamatan di daerah itu.

"Hewan yang akan disembelih harus diperiksa agar sesuai persyaratan kurban, seperti cukup umur yakni dua tahun, tidak cacat dan tidak sakit, sehingga dagingnya yang dibagikan aman dan sehat," tutupnya.

Penulis: Syafriadi | Editor: Rezka Delpiera