Menag Fachrul Razi: 5 Poin Harus Diterapkan Untuk Melaksanakan MTQ Nasional di Sumbar

Menag Fachrul Razi
Menag Fachrul Razi (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan, setidaknya ada lima poin yang harus diterapkan dalam pelaksanaan lomba Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Nasional ke-XXVIII tahun 2020 di Provinsi Sumatera Barat yang direncanakan pada tanggal 12 hingga 21 November 2020 nanti.

Lima poin tersebut yaitu, pertama seluruh pihak harus berkomitmen penuh menerapkan protokol kesehatan di semua lini. Aspek regulasi dan anggaran untuk memastikan hal itu menjadi prioritas utama.

baca juga: DPRD Minta Pemprov Buat SOP Khusus Tetkait MTQ

Kedua, persoalan fisik dan non fisik seperti kesiapan kafilah, dewan hakim dan lainnya harus disiapkan sesuai kondisi. Ketiga, anggaran dari APBN, APBD atau pihak ketiga harus transparan agar tidak menimbulkan kesulitan dalam pertanggungjawabannya.

Selanjutnya, keempat, setiap daerah berlomba dengan kemampuan sendiri, tidak ada peserta dari luar daerah untuk meraih kejayaan semata. Untuk memastikannya telah digunakan aplikasi e MTQ.

baca juga: Kritik Menag, Komisi III DPR: Pernyataan Sering Buat Resah Masyarakat

Terakhir, Fachrul Razi berharap pelaksanaan MTQ XXVIII dapat mengangkat dan membangkitkan syiar Islam yang lil alamin. "Data kita saat ini masih ada 65 persen umat Islam di Indonesia yang masih buta aksara Alquran. Angka itu sangat tinggi untuk negara yang mayoritas Muslim," ujarnya.

Hal itu juga akan berbanding lurus dengan tingkat pemahaman penghayatan yang berasal dari Alquran. Hal itu juga menjadi tanggungjawab bersama untuk memberantas buta aksara AlQuran.

baca juga: Menag: Tak Miliki Sertifikat, Penceramah Tetap Bisa Dakwah

Sementara itu, Direktur Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Ketua LPTQ Nasional, Kamaruddin Amin mengatakan peluncuran MTQ Nasional hari ini adalah bentuk publikasi kesiapan Sumbar melaksanakan agenda tersebut meski di tengah pandemi COVID-19.

"Kami berkomitmen untuk mensukseskan MTQ Nasional XXVIII dengan perencanaan yang antisipatif dan penerapan protokol kesehatan," kata dia. (*)

baca juga: Menag: Kalau Ingin Belajar Kerukunan, Datanglah ke Papua Barat

Editor: Joni Abdul Kasir