Simak, Ini Tata Cara Pembagian Daging Kurban

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Hari raya Idul Adha atau Hari Raya Hewan Kurban tentunya identik dengan pembagian hewan kurban . Terdapat cara pembagian daging kurban yang perlu diketahui oleh shohibul qurban (orang yang berkurban) maupun pihak-pihak lain yang terlibat dalam proses pembagian kurban .

Namun, sebelum membahas tentang cara pembagian daging kurban , kita perlu mengetahui apa itu ibadah kurban dan apa saja hewan yang boleh dijadikan kurban .

baca juga: Semangat Berkurban Korpri Tanah Datar, Idul Adha Momentum Peduli Sesama di Tengah Pandemi

Pengertian kurban

Ibadah kurban adalah ibadah yang dijalankan umat Muslim untuk memperingati kisah Nabi Ibrahim yang mengorbankan putranya untuk Allah SWT.

baca juga: Usai Sembelih Sapi Kurban Andre Rosiade di Mushalla Baitul Huda Kuranji, Jamaah Balanjuang Randang

Ibadah ini bersifat sunnah muakkadah, arti sunnah muakkadah ibadah ini dianjurkan dan amat ditekankan. Jika tidak memiliki harta yang cukup, shohibul qurban dapat berkurban secara kolektif, tentunya dengan menaati hukum kurban kolektif.

Tidak semua hewan dapat dijadikan hewan kurban . Kambing, domba, sapi, dan unta merupakan hewan yang boleh dikurbankan.

baca juga: Dinas Pertanian Padang: Jumlah Hewan Kurban Tahun Ini Meningkat

Sebelum sah dijadikan hewan kurban , hewan-hewan tersebut harus memenuhi syarat sah hewan kurban .

Hewan domba atau kambing harus berumur satu tahun ke atas. Sedangkan, sapi akan dikatakan sah sebagai hewan kurban ketika berumur tepat dua tahun dan unta ketika berumur minimal lima tahun.

baca juga: Periksa Ribuan Hewan Kurban, Dinas Pertanian Temukan 10 Ekor Sapi di Padang Bermasalah

Untuk kurban yang diberikan secara kolektif, hewan yang dikurbankan ialah sapi atau unta.

Cara pembagian daging kurban

Berdasarkan kaidah umumnya, daging kurban dibagikan kepada tiga golongan penerima kurban .

1. Shohibul qurban beserta keluarganya

Sepertiga bagian kurban diberikan kepada shohibul qurban beserta keluarganya, sedangkan duapertiga sisanya merupakan hak orang lain. Orang yang berkurban juga dapat membagikan sepertiga bagiannya tersebut kepada pihak-pihak lain, misalnya kepada panitia hewan kurban . Perlu diingat pula, pekurban tidak boleh menjual kurban bagiannya, baik dalam bentuk daging , bulu, maupun kulit.

2. Sahabat, Kerabat, dan Tetangga

Sepertiga bagian selanjutnya diberikan kepada sahabat, kerabat dan tetangga. Walaupun sahabat, kerabat, dan tetangga shohibul qurban merupakan orang yang berkecukupan, mereka tetap berhak mendapatkan sepertiga bagian hewan kurban .

3. Fakir Miskin

Sepertiga lainnya diberikan kepada fakir miskin sebagai kelompok yang paling membutuhkan. Shohibul qurban juga dapat menambahkan jatah hewan kurban untuk fakir miskin dari bagian kurbannya. Hal ini dilakukan shohibul qurban sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas bagi orang-orang yang berkekurangan.

Editor: Eko Fajri