Seperti Ini Sosok Ideal Calon Wali Kota Bukittinggi di Mata Pelaku Wisata

M.Subari
M.Subari (Istimewa)

BUKITTINGGI , KLIKPOSITIF - Pada 9 Desember 2020 mendatang, Bukittinggi akan melangsungkan Pilkada. Saat ini, sejumlah nama telah mengapung dan menyatakan kesiapannya untuk maju.

Beberapa nama yang muncul, antara lain petahana Ramlan Nurmatias-Syahrizal, Erman Safar-Marfendi, Yontrimansyah-Chairunnas, Yemmelia-Sadri dan Irwandi-David Chalik.

baca juga: Satreskrim Polres Bukittinggi Ringkus Pelaku Parkir Liar di Pasar Aur Kuning

Ramlan Nurmatias-Syahrizal berhasil lolos tahapan verifikasi faktual jalur perseorangan. Sementara Erman Safar-Marfendi telah mengantongi dukungan parpol, sementara sisanya masih menjalin konsolidasi dengan sejumlah parpol.

Masih ada 2 lagi pasangan yang muncul yakni Martias Tanjung-Taufik dan M.Fadhli-Yon Afrizal, kedua pasangan independen ini tengah melakukan gugatan karena menolak hasil verifikasi KPU.

baca juga: Bertambah Lagi, Total Kasus COVID-19 di Agam Menjadi 39

Tentu, kesemua pasangan tersebut memiliki visi-dan misi masing-masing terkait perkembangan industri pariwisata di Bukittinggi . Lantas, seperti apakah pemimpin ideal di Bukittinggi di mata pelaku wisata?

"Pertama, ia harus memiliki wawasan kepariwisataan. Banyak masyarakat Bukittinggi kesehariannya bergantung pada sektor wisata, sesuai slogannya Bukittinggi Kota Wisata. Makin baik perkembangan wisatanya maka akan semakin baik pula income bagi masyarakat," kata Pelaku Wisata Bukittinggi M.Subari, Sabtu 31 Juli 2020.

baca juga: Soal Pilkada Bukittinggi-Agam, Dandim Sebut TNI Tetap Netral

Selanjutnya, kata Subari, Wali Kota hendaknya bersinergi dengan pelaku wisata. Selama ini, katanya, pelaku wisata di Bukittinggi seolah-olah tak terlalu dihiraukan sehingga ke depan diharap terjalin sebuah sinergitas.

Selain itu, Subari juga mengungkap hal yang sering dikeluhkan wisatawan di Bukittinggi dan mesti bisa diatasi demi perkembangan industri wisata.

baca juga: Update COVID-19 di Bukittinggi, 811 Sampel Negatif

"Salah satunya adalah minimnya hotel atau hunian. Namun ke depan mudah-mudahan bisa teratasi dengan munculnya beberapa hotel. Tapi masih ada beberapa masalah lain yang harus diatasi, yakni enggannya wisatawan datang ke Pasar Bawah karena alasan kurang nyaman. Saya kira ini juga harus ditanggulangi ke depannya termasuk masalah parkir," pungkas Subari.

M.Subari adalah salah satu pelaku wisata berpengalaman di Sumatera Barat khususnya di Bukittinggi . Ia sudah malang melintang di industri ini sejak lama, dan tentu saja saran ini merupakan masukan penting yang layak dipertimbangkan.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Haswandi