Semangat Berkurban Masyarakat Agam Tinggi di Tengah Pandemi

Bupati Agam saat melakukan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Nurul Fallah Lubuk Basung
Bupati Agam saat melakukan penyembelihan hewan kurban di Masjid Agung Nurul Fallah Lubuk Basung (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Tahun ini untuk pertama kalinya umat muslim di Indonesia melaksanakan perayaan Hari Raya Idul Adha dengan cara berbeda. Tak terkecuali di Agam . Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat menerapkan kebiasaan baru, termasuk dalam beribadah.

Pandemi Covid-19 memang merusak sendi kehidupan seperti ekonomi dan sosial. Meski demikian, semangat berkurban masyarakat Agam tetap terjaga.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Agam , tahun ini jumlah hewan kurban 4.463 ekor sapi dan 185 ekor kambing. Jumlah itu menurun dibanding tahun lalu yang sebanyak 5.441 ekor sapi dan 174 ekor kambing.

baca juga: Sijunjung dan Agam Paling Rawan Netralitas ASN di Pilkada Sumbar 2020

Bupati Agam Dr Indra Catri mengakui memang terjadi penurunan pemotongan hewan kurban tahun ini. Menurutnya, ini disebabkan berkurangnya jumlah hewan kurban yang bersumber dari perantau dan para pedagang.

"Kita pantas mengapresiasi semangat masyarakat Agam yang tetap menunaikan ibadah kurban," kata Indra Catri, Sabtu (1/8/2020)

Dijelaskan Indra Catri, masih tingginya semangat masyarakat untuk berkurban menunjukkan kesolehan sosial dan individual.

baca juga: Kabar Baik, 2 Pasien Sembuh di RSAM Hari Ini

"Dalam kondisi sulit, masyarakat Agam tetap berkurban. Ini menunjukan bahwa fundamen ekonomi masyarakat kita, khususnya sektor pertanian cukup tangguh menghadapi imbas pandemi Covid-19," jelas bupati yang akrab disapa IC.

Dalam perayaan Idul Adha tahun ini, kata IC terasa sedikit berbeda. Jika pada Idul Adha tahun-tahun sebelumnya masyarakat bebas berkumpul, bersilaturahmi dan bersalaman, namun saat ini tidak bisa dilakukan.

"Kita semua dianjurkan memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak. Protokol kesehatan memang harus dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19," ulasnya.

baca juga: Pilkada Bukittinggi, GNPF Ulama Bukittinggi-Agam Nyatakan Dukung Erman Safar-Marfendi

Menurut IC, Idul Adha sekaligus menjadi momen memperkecil kesenjangan sosial dengan memperluas silaturahim, berbagi daging kurban dan memberikan empati kepada kaum dhuafa.

Ibadah kurban sejatinya merupakan refleksi taqwa untuk mendekatkan diri kepada Allah, serta pada saat yang sama juga memberikan manfaat sosial. Dikatakan refleksi taqwa, karena sesungguhnya inti dari ibadah kurban adalah taqwa dan ikhlas.

Esensi dari Idul Adha merupakan momentum untuk memperbaiki hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan dengan Allah SWT.

baca juga: Meriahkan HUT RI ke-75, Pemerintah Kecamatan Ampek Angkek Gelar Jalan Santai

"Inilah hari besar kemanu-siaan dan keimanan, yang ditandai dengan syi'ar penyembelihan hewan kurban, untuk mengenang peristiwa pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail. Kurban merupakan media ritual, sama halnya dengan zakat, infak, dan sedekah. Pada Idul Adha tahun ini, syukur Alhamdulillah, kita di Kabupaten Agam tetap menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban," terang IC.

Salat Ied dengan Protokol Kesehatan

Kabag KesraSetdakab Agam , Surya Wendri menyebutkan, kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat menunaikan Salat Ied cukup tinggi.

Seperti pelaksanaan Salat Ied di halaman Kantor Bupati Agam . Sejak pagi masyarakat yang datang memakai masker. Sebelum masuk, jemaah dengan kesadaran sendiri mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan. Membawa sajadah sendiri dan menerapkan physical distancing.

Tempat cuci tangan, katanya, disediakan sebanyak enam unit yang ditempatkan di pintu masuk. Setelah mencuci tangan langsung pengukuran suhu oleh petugas medis RSUD dan Puskesmas Lubuk Basung.

"Kita juga menyediakan masker bagi jemaah yang lupa membawanya, serta pengaturan jarak jemaah," ujarnya.

Kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan juga tampak di kecamatan lain.

Camat Kamang Magek Rio Eka Putra mengatakan, pelaksanaan Salat Ied tidak terpusat di satu titik, tapi menyebar di seluruh masjid dan musala.

"Salat tetap dengan protokol kesehatan. Alhamdulillah, kesadaran masyarakat cukup tinggi," kata Rio.



Editor: Rezka Delpiera