Pasca Ditetapkan Zona Kuning, Sekolah di Pessel Kembali Belajar Secara Online

Disdikbud Pessel
Disdikbud Pessel (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), berencana bakal kembali meniadakan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), pasca adanya penetapan zona kuning Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Kepala Dinas Pendidikan, Suhendri mengaku, PBM SMP akan kembali dilakukan secara online di rumah. Hal itu seiring dengan adanya temuan baru kasus positif COVID-19 dari Pessel .

baca juga: TMMD 109 di Pessel, Para Personel TNI Tak Tinggal Bersama Orang Tua Angkat

"Ya, perubahan zona itu telah ditetapkan Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Barat," ungkapnya pada wartawan, Minggu 2 Agustus 2020.

Diketahui, Pessel telah menerapkan PBM tatap muka bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan SMP sejak 13 Juli 2020. Namun, untuk SD hanya berjalan 2 hari, sesuai dengan edaran 4 menteri.

baca juga: Bawaslu Pessel Temukan Dua Oknum yang Diduga Langgar Netralitas PNS

Sedangkan untuk siswa tingkat SMP PBM tatap muka tetap dilaksanakan, dengan menggunakan metode sift, 3 hari belajar di rumah dan 3 hari tatap muka. Proses PBM mengacu pada protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Menurutnya, untuk mengganti kembali pola PBM SMP dari tatap muka ke dering, pihaknya telah menyiapkan Surat Edaran (SE) Bupati. SE itu, katanya bakal secara resmi disampaikan pada Senin 4 Agustus 2020.

baca juga: Kasus COVID di Pessel Terus Bertambah, Total Hingga Hari Ini Sudah Tercatat 253 Orang

"Kami juga telah memberitau secara lisan maupun pesan singkat pada seluruh sekolah agar menyampaikannya pada orang tua murid," terangnya.

Seperti diketahui, Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Barat menetapkan Pessel sebagai zona kuning COVID, dari yang sebelumnya zona hijau. Penetapan itu sejalan dengan adanya penemuan kasus baru berasal dari perantau Purwakarta asal Kambang Kecamatan Lengayang.

baca juga: KPU Pessel Belum Tetapkan Besaran Dana Kampanye Peserta Pilkada 2020

Yang bersangkutan merupakan seorang perempuan, 49 tahun, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melalui pemeriksaan tes PCR di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Jumat, 31 Juli 2020.

"Ketika itu yang bersangkutan hendak kembali ke Purwakarta setelah selama 10 hari berada di kampung, Kambang Kecamatan Lengayang," terang pria yang juga Kepala Bagian Humas Pemkab Pessel itu.

Seharusnya, jelas Rinaldi, yang bersangkutan tidak masuk sebagai daftar pasien dari Pessel . Namun, tepatnya tercatat sebagai pasien dari kluster Purwakarta, sesuai alamat KTP. Dan, ia-pun belum sampai 14 hari berada di kampung halaman.

Karena itu, menurutnya Pemkab telah meminta pada Gugus Tugas COVID-19 Sumatera Barat untuk kembali menetapkan Pessel sebagai zona hijau. Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Pessel juga telah melayangkan surat pada Dinas Kesehatan Sumatera Barat untuk perubahan status.

Namun, hingga kini belum ada perubahan sesuai yang diharapkan. "Kami telah surati kemaren, Sabtu 2 Agustus 2020. Kita akan lihat perubahannya nanti pada Senin 4 Agustus 2020, apakah berubah atau tidak," tutupnya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Haswandi