Akui Demi Subscriber, Youtuber "Daging Kurban Sampah" Terancam Hukuman 10 Tahun

prank daging kurban sampah
prank daging kurban sampah (Youtube)

KLIKPOSITIF - Polrestabes Palembang menahan YouTuber asal Kabupaten Banyuasin Edo Dwi Putra (24) minta maaf karena lakukan prank daging kurban sampah. Dia pun ditetapkan sebagai tersangka.

Edo mengaku lakukan prank daging kurban sampah untuk naikkan jumlah subscriber di channel Youtubenya.

baca juga: Misteri Obat Nyamuk Bakar Ini Akhirnya Terungkap

Edo kini ditahan. Polisi juga menahan kameramennya yakni Diky Firdaus (20). Keduanya kini harus mendekam di balik jeruji besi Mapolrestabes Palembang.

"Saya sangat menyesal. Saat bikin itu (konten prank bagi daging kurban isi sampah) awalnya cuma pikir untuk bagaimana cara naikkin subscriber Youtube," ucap Edo yang mengenakan baju tahanan oranye ini di Mapolrestabes Palembang, Senin (3/8/2020).

baca juga: Simak Penjelasan Geolog UGM Ini Terkait Ramai Isu Gempa Besar dan Tsunami di Jawa

Dirinya pun mengakui sangat menyesal telah menyebarkan konten negatif tersebut hingga viral di media sosial.

"Saya menyeesal," singkat Edo sembari menundukkan kepalanya.

baca juga: Alat Tes COVID-19 Cepat Seharga Rp74 Ribu Akan Dipasok ke Seluruh Dunia

Dicecar pertanyaan apakah tak belajar dari konten yang hampir sama dengan prank sembako milik Ferdian Paleka, beberapa bulan yang lalu, ia hanya berpikir untuk menaikkan subscriber cahnnel Youtube miliknya.

"Tapi, saya tak meniru dia (Ferdian Paleka). Saya cuma kepikiran untuk menaikkan subscriber saja," ungkap dia.

baca juga: MA Sering 'Sunat' Hukuman Koruptor, KPK Beri Respon

Sementara itu, kameran Diky yang turut ditahan polisi mengatakan tersangka Edo kerap membuat konten sampah. Ia bersama Edo telah membuat konten sepeti itu dua kali.

Dia menyebut dua konten dengan konsep sama itu adalah soal Tunjangan Hari Raya (THR) isi sampah dan daging kurban isi sampah.

"Itu disetting. Tapi, kami tidak menyangka kalau ujungnya akan seperti ini," tutur Diky.

Akibat ulahnya itu, tersangka Edo dan rekannya Diky terancam hukuman penjara 10 tahun berdasarkan Pasal 14 KUHP tetang membuat berita bohong dan Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 1 karena melanggar kesusilaan.

Editor: Eko Fajri