Lebaran Haji, Pengiriman Rendang Meningkat Tajam di Bukittinggi

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

BUKITTINGGI, KLIKPOSITIF - Pengiriman rendang terpantau meningkat tajam di sejumlah jasa logistik di Bukittinggi. Konsumen bahkan rela antri menunggu giliran demi mengantarkan barang atau paket.

Peningkatan terlihat begitu masif terutama di sekitaran Pasa Banto, berhubung disana merupakan pusat ekspedisi logistik seperti JNE, Tiki dan Pos.

baca juga: Jadi UMKM Binaan Semen Padang, Rumah Dendeng Siti Nurbaya Food Chatering Raup Pendapatan Rp250 Juta Perbulan

"Ya, memang ada peningkatan dalam masa Lebaran Haji ini. Rata-rata pengiriman berupa rendang . Bisa 100 persen naiknya. Kemungkinan dalam seminggu ini akan tetap ramai," ungkap Fivi Hardiyanti, Agen JNE Pasar Banto, Senin 3 Agustus 2020.

Fivi menyebut, kenaikan terjadi sejak Sabtu atau satu hari setelah Lebaran Haji . Ini dikarenakan sejumlah daerah di Bukittinggi sudah menyembelih hewan kurban pada Jum'at.

baca juga: Sandiaga Uno dan Fadli Zon Jadi Keynote Speaker Seminar Virtual Tentang Rendang

"Jadi setelah penyembelihan hewan korban pada Jum'at, esoknya konsumen mulai mengirim rendang . Di Bukittinggi memang demikian, paling ramai itu ya saat Lebaran Haji ," kata Fivi.

Ia mengatakan, rata-rata pengiriman ditujukan ke Jabodetabek maupun Bandung yang notabenenya menjadi daerah tinggal para perantau asal Bukittinggi. Kendati pengiriman meningkat, ia mengatakan tarif JNE tetap normal seperti biasanya dan belum ada kenaikan.

baca juga: Tak Menggembirakan, Hewan Kurban di Payakumbuh Menurun, Persentase Betina yang Disembelih Meningkat

Untuk paket sehari sampai, ke Jakarta tarifnya 37 ribu perkilogramnya, sementara tarif reguler 22 ribu dan ekonomis 19 ribu.

Sementara untuk Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Depok tarif sehari sampai atau layanan ekspres adalah 39 ribu. Tarif regulernya adalah 25 ribu dan ekonomis 21 ribu perkilogramnya. Khusus ke Bandung, tarif cepatnya 40 ribu, reguler 25 ribu dan ekonomis 21 ribu perkilogramnya

baca juga: Perputaran Uang untuk Hewan Kurban di Agam Rp103 Miliar

"Karena dalam masa pandemi, kita imbau konsumen yang mengirimkan barang dengan tetap menjalani protokol kesehatan,"pungkasnya.

Penulis: Hatta Rizal | Editor: Rezka Delpiera